Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger
  • Oktober 202672
  • September 202691
  • Agustus 2026205
  • Juli 202673
  • Juni 202673
  • Mei 2026413
  • April 2026191
  • Maret 202669
  • Februari 202677
  • Januari 202677
  • Desember 202576
  • November 202573
  • Oktober 202584
  • September 202564
  • Agustus 2025115
  • Juli 2025122
  • Juni 2025111
  • Mei 2025112
  • April 202587
  • Maret 2025132
  • Februari 2025117
  • Januari 2025107
  • Desember 2024149
  • November 2024176
  • Oktober 202499
  • September 2024102
  • Agustus 2024130
  • Juli 2024177
  • Juni 2024103
  • Mei 2024297
  • April 2024139
  • Maret 202464
  • Februari 202469
  • Januari 202485
  • Desember 202383
  • November 202388
  • Oktober 2023211
  • September 2023206
  • Agustus 2023144
  • Juli 2023197

Laporkan Penyalahgunaan

  • 4 Jenis Norma di Masyarakat yang Wajib Kamu Tahu Biar Hidup Makin Harmonis!

    4 Jenis Norma di Masyarakat yang Wajib Kamu Tahu Biar Hidup Makin Harmonis!

  •  Banner Gratis, Warung Makan Makin Laris! Inisiatif CSR dari Mekar Jaya Digiprint dan Mahasiswa Universitas Siber Asia

    Banner Gratis, Warung Makan Makin Laris! Inisiatif CSR dari Mekar Jaya Digiprint dan Mahasiswa Universitas Siber Asia

  • KODE REFERRAL UNSIA : EFTHARIENA, POTONGAN 650K  SUKSES TARIK  RATUSAN MAHASISWA BARU

    KODE REFERRAL UNSIA : EFTHARIENA, POTONGAN 650K SUKSES TARIK RATUSAN MAHASISWA BARU

BREAKING NEWS
ZTV

ZTV

  • Media Network
  • _Perintah Rakyat
  • _METRO - NETWORK id
  • _ZTV ACEH
  • _SATU PIKIRAN
  • News Network
  • _DAERAH
  • _GLOBAL
  • _HUKUM - KRIMINAL
  • _Dokumentasi
  • _Film
  • _KPOP
  • _Advetorial
  • _Wisata dan Kuliner
  • 🏙️ Nasional
  • 🏦 Ekonomi
  • 📰 News
  • 🗣️ Pilihan Rakyat
  • NEWS
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • FILM
  • INTERNASIONAL
  • MEGAPOLITAN
  • POLITIK
  • PILIHAN EDITOR
  • JABODETABEK
  • KPOP
  • ADVETORIAL
  • REGIONAL
  • INDONESIA
  • FOTO
  • OPINI
  • EKONOMI
ZTV
  • ZTV
  • ZTV ACEH
  • METRO NETWORK
  • SATU PIKIRAN
  • PERINTAH RAKYAT
  • News
  • Pendidikan
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Film
  • Internasional
  • Megapolitan
  • Kriminal
  • Regional
  • Politik
  • Pilihan Editor
  • Pilihan Rakyat
  • Jabodetabek
  • KPOP
  • Advetorial
  • Opini
  • Beranda
  • Opini

Memulihkan Kemanusiaan di Ruang Digital: Analisis Cyberbullying dalam Perspektif Psikologi Humanistik

Efthariena Ishak
Agustus 11, 2026
gambar : Ilustrasi ai 

Oleh : Irvan listiono
Mahasiswa UNIVERSITAS SIBER ASIA

Berkembangnya teknologi digital yang pesat telah mengubah cara manusia berinteraksi, dari yang dilakukan secara tradisonal, interaksi secara langsung,sekarang bisa dilakukan Dimanasaja melalui daring. namun di sisi lain juga melahirkan fenomena yang merugikan seperti cyberbullying (perundungan siber). Sementara perspektif psikologi lain sering kali berfokus pada dorongan biologis atau pengondisian lingkungan, psikologi humanistik menawarkan cara pandang yang berbeda. Humanisme melihat manusia sebagai makhluk yang pada dasarnya baik, memiliki kehendak bebas, dan didorong oleh motivasi alami untuk mencapai aktualisasi diri. Dalam kacamata ini, cyberbullying bukan sekadar pelanggaran perilaku, melainkan sebuah bentuk hambatan dari keaslian diri dan krisis makna terhadap hakikat kemanusiaan, baik bagi korban maupun pelaku.Bagi korban, dampak cyberbullying merusak fondasi kesejahteraan psikologis mereka secara mendasar. Merujuk pada Teori Hierarki Kebutuhan Abraham Maslow, manusia tidak dapat mencapai potensi tertingginya sebelum kebutuhan dasar mereka terpenuhi. Ruang siber yang penuh teror, intimidasi, dan penghinaan langsung meruntuhkan "kebutuhan akan rasa aman" (safety needs) dan "kebutuhan untuk memiliki dan dicintai" (belongingness and love needs). Korban merasa terisolasi, ditolak oleh lingkungan sosialnya, dan kehilangan kendali atas privasinya. Akibatnya, energi mental yang seharusnya digunakan untuk pertumbuhan diri dan kreativitas habis terkuras demi mekanisme pertahanan diri dari kecemasan ekstrem. Ketika kebutuhan dasar ini goyah, proses menuju aktualisasi diri otomatis terhenti.Selain itu, Carl Rogers menekankan pentingnya konsep diri (self-concept) yang sehat dan berada dalam kondisi saat real self sejalan dengan ideal self, untuk menjadi pribadi yang berfungsi utuh. Cyberbullying menyerang harga diri korban secara luar biasa besar melalui penilaian negatif yang konstan dari orang lain (conditions of worth). Ketika korban mulai menginternalisasi ejekan tersebut, terjadi ketidaksesuaian antara diri yang sebenarnya (real self) dan cara mereka memandang diri sendiri akibat bentukan komentar siber. Krisis konsep diri ini memicu depresi, hilangnya rasa berharga, hingga dalam kasus ekstrem, hilangnya keinginan untuk hidup.Fenomena ini juga mencerminkan penurunan kualitas kemanusiaan pada diri pelaku. Psikologi humanistik percaya bahwa perilaku destruktif muncul ketika seseorang gagal mengaktualisasikan dirinya secara sehat. Kegiatan anonim di media sosial sering kali memisahkan pelaku dari keaslian dirinya (inauthenticity). Di balik layar gawai, mereka memakai "topeng" digital yang menjauhkan mereka dari empati alami manusia. Pelaku cyberbullying sering kali memproyeksikan rasa rendah diri, ketidakamanan, atau kegagalan mereka sendiri ke ruang digital. Mereka mengejar penghargaan diri dengan cara yang destruktif—merendahkan orang lain demi mendapatkan validasi semu, popularitas, atau rasa berkuasa yang instan.Untuk mengatasi krisis ini, pendekatan pemulihan humanistik harus mengutamakan rekonstruksi ruang aman dan hubungan interpersonal yang tulus. Intervensi psikologis bagi korban perlu menerapkan prinsip Rogers tentang unconditional positive regard (penerimaan positif tanpa syarat). Korban harus ditempatkan dalam lingkungan yang suportif di mana mereka diterima apa adanya, tanpa penghakiman, guna membangun kembali harga diri mereka yang hancur. Di sisi lain, pencegahan untuk pelaku tidak cukup hanya dengan hukuman, melainkan dengan melatih kembali empati dan membantu mereka menemukan cara-cara sehat yang autentik untuk mengaktualisasikan potensi diri mereka tanpa menyakiti sesama.Kesimpulannya, cyberbullying adalah bukti nyata dari terhambatnya pertumbuhan manusia di era modern. Dengan memahami fenomena ini melalui psikologi humanistik, kita disadarkan bahwa kunci utama mengatasi perundungan siber bukan hanya memperketat regulasi teknologi, melainkan memulihkan kembali nilai-nilai kemanusiaan, empati, dan penerimaan sejati di dalam diri setiap individu, baik secara luring maupun daring.
Baca Juga
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Berita Terkait
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Rekomendasi
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Tampilkan lebih banyak
Posting Komentar
Batal
Gambar
Terpopuler
  • Heboh, Buaya Muncul Di Muara Sungai, Warga Resah

  • Sewaktu Hamil 7 Bulan Diduga Ditendang hingga Pingsan, Nurjanah Minta Polisi Segera Tangkap Pelaku

  • Kodaeral 1 Tegaskan Seleksi Prajurit TNI AL yang Transparan dan Objektif‎

  • Gerak Senyap Tengah Malam!, Tim Quick Respon Kodaeral 1 Bongkar Dugaan Sindikat Gas Elpiji Ilegal di Deli Serdang

  • Arus Peti Kemas PMT Catat 535.494 TEUs, Naik 4 Persen Hingga September 2026

  • HNSI Medan - Relawan Wak Young Gelar Jumat Berkah. Sekaligus Himbau Nelayan

  • Brimob Sumut Perkuat Personel Bersama Polres Sergai dalam Operasi Sarang Narkoba, 12 Orang Diamankan

  • Tata Struktur Komando, Kasad Pimpin Sertijab dan Alih Kodal Enam Korem

  • BNCT dan Mitra Strategis Letakkan Fondasi Pendidikan bagi Generasi Muda Belawan

  • Sinergi Binsat dan Latihan Terukur Sebagai Pilar Pembentukan Prajurit Jalasena yang Profesional dan Siap Operasi

Ngaji Bareng
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Fokus
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Foto
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Shorts
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Tv
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
ZTV NETWORK
  • Brand Logo
  • Brand Logo
  • Brand Logo
ZTV
Ikuti Kami
  • Redaksi
  • About
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
© ZTV - SINCE 2021