Favehotel Banjarbaru Dorong Inklusi melalui Kesempatan Magang bagi Penyandang Disabilitas
Oleh :
M Erja Saputra - Universitas Siber Asia
Melalui program magang hasil kerja sama dengan Dinas Sosial Kalimantan Selatan, favehotel Banjarbaru membuka ruang belajar bagi penyandang disabilitas sekaligus membangun budaya kerja yang lebih inklusif.
Banjarbaru, Kalsel – Kesempatan memperoleh pengalaman kerja masih menjadi tantangan bagi banyak penyandang disabilitas di Indonesia. Tidak sedikit perusahaan yang belum membuka ruang bagi mereka untuk belajar dan mengembangkan kemampuan di dunia kerja. Di tengah kondisi tersebut, favehotel Banjarbaru mengambil langkah berbeda dengan memberikan kesempatan magang kepada penyandang disabilitas sebagai bagian dari komitmen menciptakan lingkungan kerja yang lebih inklusif.
Program ini menjadi salah satu bentuk nyata bahwa penyandang disabilitas memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, berkembang, dan berkontribusi di dunia kerja apabila diberikan ruang dan pendampingan yang tepat. Kebijakan tersebut juga menunjukkan bahwa dunia industri, khususnya sektor perhotelan, mulai menerapkan prinsip kesetaraan dan inklusi dalam pengelolaan sumber daya manusia.
Assistant Human Resources Manager favehotel Banjarbaru, Avansa Naufal Hakim, mengatakan bahwa program magang bagi penyandang disabilitas mulai berjalan pada tahun 2026 melalui kerja sama dengan Dinas Sosial Kalimantan Selatan.
"Sebenarnya sejak lama kami terbuka terhadap program seperti ini, namun peserta magang penyandang disabilitas baru mulai masuk pada tahun 2026. Program ini berawal dari kerja sama dan komunikasi dengan Dinas Sosial Kalimantan Selatan," ujarnya saat diwawancarai.
Menurut Avansa, tujuan utama program adalah memberikan pengalaman kerja kepada peserta magang serta menciptakan proses pembelajaran bagi seluruh pihak yang terlibat. Peserta memperoleh pengetahuan mengenai dunia kerja, sementara karyawan hotel belajar membangun komunikasi dan kerja sama dengan penyandang disabilitas.
"Kami ingin berbagi ilmu dan pengetahuan kepada mereka. Di sisi lain, karyawan hotel juga belajar bagaimana bekerja sama dengan peserta magang penyandang disabilitas," jelasnya.
Kerja Sama dengan Dinas Sosial
Pelaksanaan program magang dilakukan melalui koordinasi dengan Dinas Sosial Kalimantan Selatan. Pihak dinas mengajukan surat kepada favehotel Banjarbaru sebagai dasar pelaksanaan program magang. Setelah itu, hotel memproses permohonan tersebut dan menempatkan peserta sesuai dengan kebutuhan operasional.
Peserta magang ditempatkan di departemen Food and Beverage Product, khususnya pada bagian pastry. Di bagian ini mereka memperoleh pelatihan secara langsung mengenai proses pembuatan produk makanan dan didampingi oleh karyawan yang bertugas sebagai pembimbing selama masa magang.
"Mayoritas peserta kami latih di bagian pastry dan mereka didampingi langsung oleh karyawan pastry kami," kata Avansa.
Pendampingan tersebut bertujuan agar peserta dapat memahami pekerjaan secara bertahap sekaligus meningkatkan keterampilan yang dibutuhkan di dunia kerja.
Belajar Berkomunikasi Bersama
Salah satu tantangan yang dihadapi pada awal pelaksanaan program adalah komunikasi. Sebagian peserta menggunakan bahasa isyarat sehingga diperlukan penyesuaian dari pihak hotel.
Untuk mengatasi kendala tersebut, Dinas Sosial menyediakan penerjemah bahasa isyarat yang membantu proses komunikasi selama masa awal magang. Seiring berjalannya waktu, para karyawan mulai terbiasa berkomunikasi menggunakan bahasa isyarat sederhana.
"Pada awalnya memang ada kendala komunikasi, tetapi setelah beberapa waktu staf yang mendampingi mulai terbiasa. Kami juga dibantu penerjemah bahasa isyarat dari Dinas Sosial," ungkap Avansa.
Pengalaman tersebut justru menjadi salah satu momen yang paling berkesan selama pelaksanaan program. Menurut Avansa, saat kegiatan orientasi berlangsung, para peserta magang bahkan mengajarkan dasar-dasar bahasa isyarat kepada para karyawan hotel.
"Ketika awal induction, mereka sedikit banyak mengajari kami bahasa isyarat," ujarnya.
Memberikan Manfaat bagi Semua Pihak
Program magang ini tidak hanya memberikan manfaat bagi peserta, tetapi juga bagi lingkungan kerja hotel. Selama mengikuti kegiatan magang, kemampuan peserta terus mengalami peningkatan, terutama dalam bidang pastry.
"Keterampilan mereka menjadi lebih baik, terutama di bagian pastry," katanya.
Selain itu, kehadiran peserta magang juga memberikan pengalaman baru bagi para karyawan dalam membangun komunikasi yang lebih inklusif. Menurut Avansa, respons seluruh karyawan terhadap program tersebut sangat positif karena mereka memperoleh kesempatan belajar memahami kebutuhan penyandang disabilitas.
Respons positif juga datang dari tamu hotel. Banyak tamu memberikan apresiasi terhadap kesempatan yang diberikan kepada penyandang disabilitas untuk belajar di lingkungan kerja profesional.
"Mereka melihat bahwa penyandang disabilitas juga memiliki kemampuan yang sama untuk belajar," jelas Avansa.
Di sisi lain, pihak hotel juga merasakan manfaat secara operasional karena peserta magang turut membantu pekerjaan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.
Komitmen Melanjutkan Program
favehotel Banjarbaru berkomitmen untuk terus melanjutkan program magang bagi penyandang disabilitas apabila terdapat kerja sama dengan Dinas Sosial maupun lembaga lainnya. Ke depan, pihak hotel juga membuka peluang untuk memperluas kolaborasi dengan Balai Latihan Kerja (BLK) dan institusi lain yang memiliki program pengembangan keterampilan bagi penyandang disabilitas.
Avansa berharap semakin banyak perusahaan yang bersedia membuka kesempatan bagi penyandang disabilitas, baik melalui program magang maupun kesempatan kerja.
"Mari kita terima anak-anak disabilitas untuk magang atau bekerja, karena mereka juga memiliki hak yang sama seperti manusia lainnya," tegasnya.
Ia juga berharap pemerintah dan dunia pendidikan terus memberikan pelatihan keterampilan kepada penyandang disabilitas agar mereka memiliki bekal yang cukup ketika memasuki dunia kerja ataupun memilih menjadi wirausaha.
Menutup wawancara, Avansa menyampaikan bahwa penyandang disabilitas membutuhkan kesempatan, bukan belas kasihan.
"Mereka yang disabilitas ini bukan karena keinginan mereka. Selama mereka mau belajar, mari kita ajari mereka untuk magang demi masa depan mereka yang lebih baik lagi."
Program magang yang dijalankan favehotel Banjarbaru menunjukkan bahwa lingkungan kerja yang inklusif dapat diwujudkan melalui kerja sama antara dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat. Kesempatan yang diberikan kepada penyandang disabilitas membantu mereka memperoleh pengalaman kerja dan terlebih juga menjadi pembelajaran bagi semua pihak bahwa setiap orang memiliki potensi untuk berkembang apabila memperoleh kesempatan yang setara.