Forwaka Soroti Dugaan Manipulasi Dokumen Barang Masuk Ke Belawan, Rugikan Negara Ratusan Juta Dan Minta Kajari Periksa PT Barokah dan PT Bona Bahari
(Forwaka Soroti Dugaan Manipulasi Dokumen Barang Masuk Ke Belawan, Rugikan Negara Ratusan Juta Dan Minta Kajari Periksa PT Barokah dan PT Bona Bahari/Foto: ist)
ZTV - Forum Wartawan Kejaksaan (FORWAKA) Negeri Belawan soroti dugaan manipulasi barang masuk melalui pelabuhan Belawan diduga mainkan pubikasi yang rugikan negara ratusan juta rupiah.
Barang yang masuk melalui Dermaga 202 Pelabuhan ujung baru Pelindo dengan menggunakan kapal tongkang Evelynn 1, 330 f membawa muatan Rig APS Lion #99 Sebanyak 10.532 m3 diduga disulap menjadi 4.500 m3.
Tentu saja hal ini menjadi perhatian publik karena dengan adanya manipulasi data barang pemasukan negara dari sumber pajak berkurang dan berpotensi merugikan negara.
Tidak tanggung - tanggung dugaan kerugian negara yang melibatkan Perusahaan Bongkar Muat ( PBM) Barokah serta PT Bona Bahari sebagai pemenang tender dan menjalankan oprasional dengan nyata melawan hukum.
Menurut salah satu buruh bongkar muat yang tidak mau di sebutkan namanya mengatakan jika kapal tersebut telah bersandar sekitar 5 hari dan kami hanya tau kubikasi nya sebesar 4.500 m3.
" Kami telah lima hari bekerja dan setau kami muatan nya hanya 4.500m3", ucap buruh tersebut.
Menanggapi hal ini Forum wartawan kejaksaan negeri Belawan meminta Aparat penegak hukum (APH) terutama Kejaksaan Negeri Belawan segera ambil tindakan tegas dan tangkap semua pelaku yang dengan nyata telah merugikan negara.
Hal tersebut dikatakan Budi Yanto, SH kepada wartawan, Jum'at, (3/7) di pelabuhan Pelindo dermaga 202, saat meninjau lokasi bongkar muat di pelabuhan ujung baru Belawan.
" Minta kejari Belawan tangkal semua orang yang terlibat dalam manipulasi data barang yang mengakibatkan kerugian negara ratusan juta", ucap Budi yang juga tokoh masyarakat kota Medan.
Selain itu, Budi juga meminta kajari Belawan periksa Dirut Pelindo Cabang Belawan dan Koprasi TKBM jika terlibat dalam manipulasi data barang yang mengakibatkan kerugian negara tersebut. (Tim)
