Vision and Mission dalam Perspektif Estetika HumanismeSebuah Esai bagaimana pandangan Estetika humanisme pada visi dan misi
Oleh: Andi Alfahrza Ramdani – Mahasiswa Universitas Siber Asia
Setiap individu maupun organisasi membutuhkan arah yang jelas agar mampu mencapai tujuan yang diinginkan. Arah tersebut dapat diwujudkan melalui visi dan misi yang menjadi pedoman dalam mengambil keputusan serta menjalankan setiap aktivitas. Dalam kehidupan modern, visi dan misi sering dipahami sebagai konsep manajemen yang digunakan oleh perusahaan, lembaga pendidikan, maupun pemerintahan. Namun, apabila ditinjau dari perspektif Estetika Humanisme, visi dan misi memiliki makna yang lebih mendalam. Keduanya tidak hanya berbicara mengenai target atau keberhasilan, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai kemanusiaan, etika, tanggung jawab sosial, dan keindahan dalam bertindak.
Memandang keindahan tidak hanya terlihat dari bentuk fisik atau karya seni, melainkan juga dari sikap, perilaku, serta tindakan manusia yang menghargai martabat sesama. Oleh karena itu, visi dan misi yang baik adalah visi dan misi yang mampu menghadirkan manfaat bagi manusia, menciptakan keharmonisan, serta mendorong perkembangan masyarakat secara berkelanjutan.
Apa itu Visi dan Misi?
Mungkin Sebagian dari kita lupa atau bahkaan tidak tau arti dari visi misi, namun melalui pembahasan ini mari kita mengingat Kembali ap ap aitu visi. Visi merupakan gambaran mengenai kondisi ideal yang ingin dicapai pada masa depan. Visi menjadi sumber inspirasi sekaligus arah bagi seseorang atau organisasi dalam menentukan langkah-langkah strategis. Sebuah visi yang baik harus bersifat realistis, memberikan motivasi, serta mampu menggerakkan banyak orang untuk bekerja sama mencapai tujuan yang sama. Sementara itu, misi adalah serangkaian tindakan nyata yang dilakukan untuk mewujudkan visi tersebut. Sedangkan Misi ialah menjelaskan bagaimana tujuan akan dicapai melalui program, strategi, maupun perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai yang dianut. Dengan kata lain, apabila visi merupakan tujuan akhir, maka misi adalah jalan yang harus ditempuh untuk mencapai tujuan tersebut. Dalam perspektif Estetika Humanisme, visi dan misi tidak dapat dipisahkan dari nilai kemanusiaan. Humanisme mengajarkan bahwa setiap tindakan harus menghormati martabat manusia, menjunjung tinggi keadilan, empati, toleransi, dan tanggung jawab terhadap lingkungan sosial. Oleh karena itu, sebuah visi yang hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi tanpa memperhatikan kesejahteraan manusia belum mencerminkan nilai humanisme.
Konsep estetika juga memberikan pandangan bahwa keindahan lahir dari adanya keseimbangan antara pikiran, tindakan, dan moralitas. Keindahan tidak selalu berkaitan dengan sesuatu yang dapat dilihat oleh mata, tetapi juga tercermin dalam perilaku yang membawa manfaat bagi orang lain. Seorang pemimpin yang memiliki visi untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, kemudian menjalankan misinya melalui kebijakan yang adil, transparan, dan berpihak kepada rakyat, telah menghadirkan nilai estetika dalam bentuk tindakan kemanusiaan.
Sebagai contoh, seorang mahasiswa memiliki visi menjadi lulusan yang Untuk mewujudkan visi tersebut, mahasiswa menjalankan misi berupa belajar dengan sungguh-sungguh, menjaga kejujuran akademik, aktif mengikuti organisasi, meningkatkan keterampilan, serta membantu sesama ketika menghadapi kesulitan. Sikap tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari karakter dan kepedulian sosial.
Dalam dunia organisasi, penerapan visi dan misi yang berlandaskan Estetika Humanisme dapat diwujudkan melalui berbagai kebijakan yang mengutamakan kesejahteraan manusia. Perusahaan, misalnya, tidak hanya mengejar keuntungan, tetapi juga memperhatikan kesejahteraan karyawan, memberikan kesempatan pengembangan diri, menjaga kelestarian lingkungan, dan berkontribusi terhadap masyarakat melalui program tanggung jawab sosial. Dengan demikian, organisasi mampu menciptakan hubungan yang harmonis antara kepentingan bisnis dan nilai-nilai kemanusiaan. Di Indonesia, nilai-nilai tersebut juga selaras dengan Pancasila, khususnya sila kedua yaitu Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Artinya, setiap visi dan misi yang disusun hendaknya mampu mencerminkan penghormatan terhadap hak asasi manusia, persatuan, gotong royong, serta keadilan sosial. Ketika visi dan misi dijalankan berdasarkan nilai-nilai tersebut, maka akan tercipta kehidupan yang lebih harmonis dan bermakna. Vision dan mission bukan sekadar pernyataan mengenai tujuan yang ingin dicapai, tetapi merupakan cerminan dari nilai-nilai yang dianut oleh individu maupun organisasi. Dalam perspektif Estetika Humanisme, visi memberikan arah menuju masa depan yang lebih baik, sedangkan misi menjadi langkah nyata untuk mewujudkan cita-cita tersebut melalui tindakan yang berlandaskan etika, tanggung jawab, dan penghormatan terhadap martabat manusia.
Keindahan dalam Estetika Humanisme bukan hanya terlihat dari hasil akhir, melainkan juga dari proses yang dijalani dengan penuh integritas, empati, dan kepedulian terhadap sesama. Oleh karena itu, penerapan visi dan misi yang berlandaskan nilai humanisme akan menghasilkan keberhasilan yang tidak hanya bersifat material, tetapi juga memberikan manfaat sosial yang luas. Dengan demikian, visi dan misi menjadi fondasi penting dalam membangun kehidupan yang lebih bermakna, harmonis, dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat.
Daftar Referensi
Dewey, J. (1934). Art as experience. Perigee Books.
Frankl, V. E. (2006). Man's search for meaning. Beacon Press. (Karya asli diterbitkan tahun 1946)
Maslow, A. H. (1954). Motivation and personality. Harper & Row.
Naisbitt, J., & Aburdene, P. (1990). Megatrends 2000: Ten new directions for the 1990s. William Morrow.
Senge, P. M. (2006). The fifth discipline: The art and practice of the learning organization (Rev. ed.). Doubleday.
Sutikno, S. (2014). Pemimpin dan kepemimpinan: Tips praktis untuk menjadi pemimpin yang diidolakan. Holistica.
Tilaar, H. A. R. (2002). Perubahan sosial dan pendidikan: Pengantar pedagogik transformatif untuk Indonesia. Grasindo.