DI ERA DIGITAL, SKILL SAJA TIDAK CUKUP: PENTINGNYA BUILDING NETWORKING BAGI MAHASISWA
M Davin Nanda Saputra - Universitas Siber Asia
Pendahuluan
Di era digital seperti sekarang, perkembangan teknologi telah mengubah banyak aspek kehidupan, termasuk cara belajar, bekerja, dan berkomunikasi. Mahasiswa dituntut untuk memiliki kemampuan akademik yang baik serta mampu mengikuti perkembangan teknologi agar dapat bersaing di dunia kerja.
Salah satu kemampuan yang tidak kalah penting adalah building networking atau membangun jejaring. Networking bukan sekadar menambah jumlah teman atau kenalan, melainkan membangun hubungan yang baik, saling percaya, dan saling memberikan manfaat. Melalui networking, seseorang dapat memperoleh informasi, pengalaman, peluang kerja, bahkan kesempatan untuk berkolaborasi dalam berbagai bidang.
Sebagai mahasiswa, saya menyadari bahwa membangun networking bukanlah hal yang mudah. Saya sendiri terkadang merasa kurang percaya diri ketika harus memulai percakapan dengan orang baru karena khawatir ditolak atau tidak mendapatkan respons yang baik. Namun, setelah mempelajari materi mengenai Building Networking, saya mulai memahami bahwa membangun relasi merupakan proses yang membutuhkan keberanian, komunikasi yang baik, dan sikap saling menghargai.
Oleh karena itu, artikel ini membahas pentingnya building networking bagi mahasiswa di era digital, manfaat yang dapat diperoleh, tantangan yang sering dihadapi, serta langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk membangun jejaring yang positif dan bermanfaat.
Apa Itu Building Networking?
Di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat, kemampuan membangun jejaring atau building networking menjadi salah satu keterampilan yang penting dimiliki oleh mahasiswa. Building networking adalah proses membangun dan menjaga hubungan yang baik dengan orang lain berdasarkan rasa saling percaya, saling menghargai, dan saling memberikan manfaat. Networking bukan hanya tentang memiliki banyak kenalan, tetapi juga tentang menciptakan hubungan yang berkualitas dan dapat berkembang dalam jangka panjang.
Bagi mahasiswa, networking dapat dimulai dari lingkungan yang paling dekat, seperti teman sekelas, dosen, organisasi kampus, komunitas, hingga lingkungan profesional. Setiap hubungan yang dibangun dengan baik dapat menjadi sumber informasi, pengalaman, maupun peluang yang mungkin tidak didapatkan jika hanya mengandalkan kemampuan akademik.
Di era digital, membangun networking juga menjadi lebih mudah karena komunikasi tidak lagi dibatasi oleh jarak dan waktu. Berbagai platform digital memungkinkan mahasiswa mengikuti seminar daring, bergabung dalam komunitas, berdiskusi dengan orang yang memiliki pengalaman berbeda, hingga memperluas relasi dengan orang-orang yang memiliki minat yang sama. Namun, kemudahan tersebut tetap harus diimbangi dengan etika berkomunikasi yang baik agar hubungan yang terjalin dapat memberikan manfaat bagi semua pihak.
Mengapa Building Networking Penting bagi Mahasiswa?
Banyak mahasiswa beranggapan bahwa nilai yang tinggi sudah cukup untuk mendapatkan pekerjaan atau mencapai kesuksesan. Padahal, kemampuan akademik perlu diimbangi dengan kemampuan berkomunikasi, bekerja sama, dan membangun hubungan dengan orang lain. Dalam banyak situasi, informasi mengenai kesempatan magang, pekerjaan, pelatihan, maupun proyek kolaborasi dapat diperoleh melalui relasi yang telah dibangun sebelumnya.
Selain membuka peluang, networking juga membantu mahasiswa memperluas wawasan. Dengan berinteraksi bersama orang-orang yang memiliki latar belakang dan pengalaman berbeda, mahasiswa dapat memperoleh sudut pandang baru, belajar dari pengalaman orang lain, serta meningkatkan kemampuan dalam menyelesaikan berbagai permasalahan.
Menurut saya, networking juga mengajarkan pentingnya saling membantu tanpa selalu mengharapkan imbalan. Ketika kita bersikap ramah, menjaga komunikasi, dan memberikan manfaat kepada orang lain, hubungan yang terjalin akan menjadi lebih kuat. Sikap tersebut dapat membangun kepercayaan yang menjadi salah satu dasar penting dalam sebuah jejaring yang sehat.
Tantangan Membangun Networking
Membangun networking terdengar sederhana, tetapi pada kenyataannya tidak semua orang merasa mudah untuk melakukannya. Salah satu hambatan yang sering dialami, terutama oleh mahasiswa, adalah rasa takut untuk memulai komunikasi dengan orang baru. Ada kekhawatiran akan ditolak, diabaikan, atau dianggap mengganggu. Perasaan tersebut terkadang membuat seseorang memilih diam dan akhirnya kehilangan kesempatan untuk membangun hubungan.
Saya juga pernah mengalami hal yang sama. Ketika harus berkenalan dengan orang baru atau memulai percakapan dalam suatu komunitas, saya sering merasa ragu. Saya berpikir apakah orang tersebut akan merespons dengan baik atau justru menganggap kehadiran saya tidak penting. Akibatnya, saya lebih sering menunggu orang lain memulai percakapan terlebih dahulu.
Namun, setelah mempelajari materi mengenai Building Networking, saya mulai memahami bahwa membangun relasi bukan berarti harus langsung akrab dengan semua orang. Hubungan dapat dibangun secara perlahan melalui percakapan sederhana, sikap sopan, dan saling menghargai.
Saya menyadari bahwa rasa takut tidak akan hilang begitu saja jika tidak dilawan. Oleh karena itu, saya perlu mencoba keluar dari zona nyaman sedikit demi sedikit. Misalnya dengan lebih aktif berdiskusi, mengikuti kegiatan atau komunitas yang sesuai dengan minat, dan berusaha menjaga komunikasi dengan orang-orang yang sudah dikenal.
Pengalaman tersebut mengajarkan bahwa kegagalan dalam membangun relasi bukanlah ketika kita ditolak, tetapi ketika kita tidak pernah mencoba. Setiap percakapan dapat menjadi kesempatan untuk belajar, memperbaiki cara berkomunikasi, dan memahami sudut pandang orang lain.
Membangun Networking di Era Digital
Perkembangan teknologi memberikan banyak kemudahan dalam membangun networking. Saat ini, mahasiswa tidak harus selalu bertemu secara langsung untuk memperluas relasi. Seminar daring, komunitas online, media sosial, dan berbagai platform komunikasi dapat digunakan untuk bertemu dengan orang-orang yang memiliki minat atau tujuan yang sama.
Namun, kemudahan tersebut harus diimbangi dengan sikap yang bijaksana. Networking di dunia digital bukan berarti mengirim pesan kepada banyak orang tanpa tujuan yang jelas. Hubungan yang baik tetap dibangun melalui komunikasi yang sopan, menghargai waktu orang lain, dan memberikan nilai dalam setiap interaksi.
Sebagai mahasiswa Informatika, saya melihat networking sebagai salah satu sarana untuk belajar dari orang lain, berbagi pengalaman dalam mengerjakan proyek, serta mengetahui berbagai peluang yang berkaitan dengan teknologi dan dunia kerja. Karena itu, saya mulai menyadari bahwa membangun networking merupakan investasi jangka panjang yang penting untuk dikembangkan sejak masa perkuliahan.
Cara Membangun Networking yang Baik
Membangun networking tidak harus dimulai dari sesuatu yang besar. Langkah pertama dapat dilakukan dengan berani memulai komunikasi. Memperkenalkan diri kepada teman baru, berdiskusi saat mengerjakan tugas kelompok, atau menyapa orang yang baru dikenal dapat menjadi awal terbentuknya hubungan yang baik.
Mahasiswa juga dapat mengikuti organisasi, seminar, pelatihan, maupun komunitas yang sesuai dengan minat. Kegiatan tersebut tidak hanya menambah pengalaman, tetapi juga memberikan kesempatan untuk bertemu dengan orang-orang baru yang memiliki ketertarikan yang sama.
Selain itu, hubungan yang sudah terbentuk perlu dijaga. Networking bukan hanya tentang mencari kenalan baru, tetapi juga mempertahankan hubungan yang sudah ada. Menjaga komunikasi, menghargai bantuan orang lain, dan bersedia membantu ketika mampu merupakan hal sederhana yang dapat membangun kepercayaan.
Menurut saya, hal yang paling penting adalah tidak membangun networking hanya karena ingin mendapatkan keuntungan. Relasi yang baik seharusnya dibangun dengan ketulusan dan sikap saling menghargai. Ketika kita mampu memberikan manfaat kepada orang lain, hubungan tersebut akan memiliki nilai yang lebih besar dan dapat berkembang dalam jangka panjang.
Refleksi Pribadi
Melalui materi Building Networking, saya menyadari bahwa membangun relasi bukan hanya tentang mendapatkan koneksi, tetapi juga tentang belajar menjadi pribadi yang lebih terbuka dan mampu bekerja sama dengan orang lain.
Sebelumnya saya sering merasa ragu untuk memulai komunikasi karena takut ditolak atau tidak mendapatkan respons yang baik. Sekarang saya mulai memahami bahwa keberanian untuk mencoba merupakan langkah awal. Tidak semua percakapan akan menghasilkan hubungan yang dekat, tetapi setiap pengalaman dapat menjadi pembelajaran.
Sebagai mahasiswa Informatika, saya ingin terus meningkatkan kemampuan teknis sekaligus kemampuan komunikasi dan membangun relasi. Saya ingin lebih aktif mengikuti kegiatan, berdiskusi, bergabung dengan komunitas, dan mengenal orang-orang yang memiliki pengalaman berbeda. Saya percaya bahwa kemampuan tersebut akan menjadi bekal ketika nantinya memasuki dunia kerja.
Penutup
Building networking merupakan salah satu keterampilan penting yang perlu dimiliki mahasiswa di era digital. Networking tidak hanya membantu memperluas relasi, tetapi juga dapat membuka kesempatan untuk belajar, berkolaborasi, dan mengembangkan karier.
Rasa takut ditolak dan kurang percaya diri memang dapat menjadi hambatan ketika ingin membangun relasi. Namun, hambatan tersebut dapat dikurangi dengan mencoba mengambil langkah kecil secara konsisten. Memulai percakapan, mengikuti komunitas, aktif berdiskusi, serta menjaga hubungan dengan orang lain merupakan beberapa cara yang dapat dilakukan.
Pada akhirnya, saya percaya bahwa kemampuan seseorang tidak hanya dilihat dari seberapa banyak pengetahuan yang dimiliki, tetapi juga dari bagaimana seseorang mampu berkomunikasi dan membangun hubungan yang baik dengan orang lain. Karena itu, membangun networking sejak masa perkuliahan merupakan salah satu bentuk persiapan untuk menghadapi dunia kerja dan kehidupan di masa depan.
DAFTAR PUSTAKA
Carnegie, D. (1936). How to Win Friends and Influence People. Simon & Schuster.
Covey, S. R. (1989). The 7 Habits of Highly Effective People. Free Press.
Goleman, D. (1995). Emotional Intelligence. Bantam Books.
Universitas Siber Asia. Modul Mata Kuliah Estetika Humanisme.
PERNYATAAN ORIGINALITAS
Saya yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama: M Davin Nanda Saputra
Menyatakan bahwa artikel/esai yang berjudul “Di Era Digital, Skill Saja Tidak Cukup: Pentingnya Building Networking bagi Mahasiswa” merupakan hasil pemikiran dan pengembangan saya sendiri. Apabila terdapat informasi atau gagasan yang berasal dari sumber lain, sumber tersebut telah dicantumkan dalam daftar pustaka.
Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenar-benarnya dan dapat dipertanggungjawabkan.
Bandung, 12 Agustus 2026
M Davin Nanda Saputra