Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger
  • Agustus 2026120
  • Juli 202673
  • Juni 202673
  • Mei 2026413
  • April 2026191
  • Maret 202669
  • Februari 202677
  • Januari 202677
  • Desember 202576
  • November 202573
  • Oktober 202584
  • September 202564
  • Agustus 2025115
  • Juli 2025122
  • Juni 2025111
  • Mei 2025112
  • April 202587
  • Maret 2025132
  • Februari 2025117
  • Januari 2025107
  • Desember 2024149
  • November 2024176
  • Oktober 202499
  • September 2024102
  • Agustus 2024130
  • Juli 2024177
  • Juni 2024103
  • Mei 2024297
  • April 2024139
  • Maret 202464
  • Februari 202469
  • Januari 202485
  • Desember 202383
  • November 202388
  • Oktober 2023211
  • September 2023206
  • Agustus 2023144
  • Juli 2023197

Laporkan Penyalahgunaan

  •  Banner Gratis, Warung Makan Makin Laris! Inisiatif CSR dari Mekar Jaya Digiprint dan Mahasiswa Universitas Siber Asia

    Banner Gratis, Warung Makan Makin Laris! Inisiatif CSR dari Mekar Jaya Digiprint dan Mahasiswa Universitas Siber Asia

  • 4 Jenis Norma di Masyarakat yang Wajib Kamu Tahu Biar Hidup Makin Harmonis!

    4 Jenis Norma di Masyarakat yang Wajib Kamu Tahu Biar Hidup Makin Harmonis!

  • Tragis! Pekerja PT Jui Shin Tewas Diduga Terjebak Conveyor Batu Bara di KIM 2

    Tragis! Pekerja PT Jui Shin Tewas Diduga Terjebak Conveyor Batu Bara di KIM 2

BREAKING NEWS
ZTV

ZTV

  • Media Network
  • _Perintah Rakyat
  • _METRO - NETWORK id
  • _ZTV ACEH
  • _SATU PIKIRAN
  • News Network
  • _DAERAH
  • _GLOBAL
  • _HUKUM - KRIMINAL
  • _Dokumentasi
  • _Film
  • _KPOP
  • _Advetorial
  • _Wisata dan Kuliner
  • 🏙️ Nasional
  • 🏦 Ekonomi
  • 📰 News
  • 🗣️ Pilihan Rakyat
  • NEWS
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • FILM
  • INTERNASIONAL
  • MEGAPOLITAN
  • POLITIK
  • PILIHAN EDITOR
  • JABODETABEK
  • KPOP
  • ADVETORIAL
  • REGIONAL
  • INDONESIA
  • FOTO
  • OPINI
  • EKONOMI
ZTV
  • ZTV
  • ZTV ACEH
  • METRO NETWORK
  • SATU PIKIRAN
  • PERINTAH RAKYAT
  • News
  • Pendidikan
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Film
  • Internasional
  • Megapolitan
  • Kriminal
  • Regional
  • Politik
  • Pilihan Editor
  • Pilihan Rakyat
  • Jabodetabek
  • KPOP
  • Advetorial
  • Opini
  • Beranda
  • Opini

Berdamai dengan Bayangan : Cara Estetika Humanisme Mengubah Konsep Diri yang Negatif

Efthariena Ishak
Agustus 13, 2026
Gambar : Ilustrasi ai

Oleh :
Meyla Rizky Satrina - Mahasiswa Universitas Siber Asia 


Ada masa ketika seseorang tidak lagi melihat dirinya sebagai manusia yang sedang bertumbuh, melainkan seseorang yang selalu menilai kekurangan yang ada pada dirinya. Contohnya seperti setiap kali melihat sosial media, tanpa disadari ada kalanya membandingkan wajah dan tubuh diri sendiri dengan orang lain. Ini merupakan pergulatan psikologis tentang bagaimana seseorang memandang dan menerima dirinya sendiri. Pandangan atau perspektif diri meliputi aspek fisik maupun psikis, seperti mengenal karakteristitk individu itu sendiri, tingkah laku atau perbuatannya, kemampuan yang dimiliki, dan lain sebagainya. Tak hanya kekuatan dari individu itu sendiri, melainkan kelemahan dan kegagalan yang ada pada dirinya.
Memahami Konsep Diri Negatif sebagai “Bayangan”
Konsep diri negatif tidak terbentuk dalam satu malam, melainkan disusun dari pengaruh lingkungan, kegagalan, serta ketakutan yang tidak diterima. Bayangan ini menjadi lensa keruh tempat seseorang memandang setiap tindakannya. Estetika humanisme menawarkan sudut pandang berbeda: alih-alih mengusir bayangan, mengapa kita tidak belajar mengundangnya duduk dan memahaminya?
Estetika Humanisme sebagai Jalan Pulang
Estetika humanisme menawarkan cara pandang berbeda : keindahan diukur dari keutuhan dan penerimaan terhadap pengalaman manusiawi, bukan kesesuaian dengan standar eksternal. Melalui seni, pengalaman, kreativitas, dan mulai menerima diri sendiri itu adalah langkah awa untuk seseorang dapat melihat dirinya bukan sebagai objek yang harus sempurna, melainkan sebagai manusia yang memiliki cerita.
Self Concept Negatif
Biasanya terjadi pada individu yang tidak banyak tahu informasi akan dirinya sendiri dan tidak melihat dirinya secara utuh. Contohnya, ia hanya melihat kelemahan pada dirinya sendiri atau bahkan kelebihan-kelebihan yang ada pada dirinya. Hal tersebut menjadikan dirinya memiliki keinginan, harapan dan perencanaan yang tidak realistis sehingga peluang untuk berhasilnya pun tipis. Ia memiliki sikap yang memposisikan dirinya secara kurang atau bisa dikatakan tidak tepat. Individu yang memiliki self concept negatif, cenderung lebih pesimis dan merasa sulit untuk melihat kesempatan dalam kesulitan tersebut. Terlebih, dirinya akan merasa kalah sebelum mencoba, apabila tidak berhasil dan dikatakan gagal, individu dengan self concept seperti ini akan menyalahkan keadaan yang ada, individu lain, bahkan dirinya sendiri

Berdamai, bukan menyerah 
Berdamai dengan bayangan di cermin bukan berarti berhenti bertumbuh atau menyerah pada kekurangan diri. Justru sebaliknya, itu adalah langkah pertama menuju aktualisasi diri yang menjadi inti dari psikologi humanistik : manusia yang mengenal. Menerima, dan mengembangkan dirinya berdasarkan kesadaran otentik, bukan tuntutan atau validasi eksternal. Konsep diri yang sehat lahir bukan dari filter kamera yang sempurna, melainkan dari kejujuran menerima diri apa adanya sembari tetap memberi ruang untuk tumbuh,
Di tengah derasnya arus perbandingan digital, mungkin pertanyaan yang lebih layak diajukan bukanlah ”apakah aku sudah terlihat sempurna?” melainkan ”apakah aku sudah mengenal dan menerima diriku sendiri?” Estetika Humanisme mengingatkan kita bahwa keindahan sejati selau mulai dari sana
Berdamai dengan bayangan bukan berarti bayangan tersebut akan lenyap sepenuhnya. Bayangan hanya ada karena adanya cahaya yang menyinari, Estetika Humansime mengajari bahwa keindahan manusia terletak pada keutuhannya termasuk bagian-bagian yang rapuh dan belum selesai. Saat berhenti melarikan diri dari kekurangan dan mulai merangkul semuanya dengan santai, suara-suara negatif dikepala bakal pelan-pelan kehilangan tenaganya. 
Daftar Pustaka
• Rosanah, 2026. Self Concept – Konsep Diri: Estetika Humanisme (Pertemuan ke-3), Jakarta: Universitas Siber Asia.
• Wasilla Noer. (2015). Carl Rogers: Teori Humanistik.
Baca Juga
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Berita Terkait
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Rekomendasi
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Tampilkan lebih banyak
Posting Komentar
Batal
Gambar
Terpopuler
  • Anger Management di Era Media Sosial: Belajar Mengendalikan Emosi Sebelum Menyesal

  • Membangun Kesadaran Bermedia Sosial Melalui Emotional Intelligence untuk Mencegah Cyberbullying

  • Tokutei Ginou di Tengah Krisis Tenaga Kerja Jepang: Peluang atau Hanya Solusi Sementara?

  • Menemukan Jati Diri di Era AI : Seni Mengubah Overthinking Menjadi Outstanding

  • Ketika Teknologi Meniru Manusia: Tantangan Etika dan Nilai Kemanusiaan di Era Kecerdasan Buatan

  • Di Balik Pertumbuhan Sebuah Brand: Fondasi Sistem, SDM, dan Kepemimpinan

  • Mewujudkan Keindahan Hidup melalui Perspektif Psikologi Humanistik dalam Estetika Humanisme

  • Ketika AI Semakin Pintar, Apakah Manusia Semakin Kritis?, Menjaga Human Literacy di Era Kecerdasan Buatan

  • INDUSTRY 4.0 & SOCIENTY 5.0 KETIKA AI MAKIN PINTAR, MENGAPA KECERDASAN EMOSIONAL MANUSIA MAKIN PENTING?

  • Komentar Toxic di Media Sosial: Cerminan Krisis Kecerdasan Emosional di Era Digital

Ngaji Bareng
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Fokus
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Foto
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Shorts
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Tv
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
ZTV NETWORK
  • Brand Logo
  • Brand Logo
  • Brand Logo
ZTV
Ikuti Kami
  • Redaksi
  • About
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
© ZTV - SINCE 2021