MAPN 4 Medan Gelar Workshop Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dan Pembelajaran Mendalam
(MAPN 4 Medan Gelar Workshop Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dan Pembelajaran Mendalam/Foto: ist)
MEDAN.ZTV - Madrasah Aliyah Persiapan Negeri (MAPN) 4 Medan menyelenggarakan Workshop Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dan Pembelajaran Mendalam pada Sabtu, 17 Januari 2026, bertempat di Wong Solo Medan. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh dewan guru dan staf pegawai MAPN 4 Medan sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu pendidikan dan penguatan karakter peserta didik.
Kegiatan workshop diawali dengan pembukaan dan arahan dari Pengawas Madrasah MAPN 4 Medan, M. Nur Edy, M.Si. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya konsistensi dan keberlanjutan dalam implementasi kurikulum berbasis cinta di lingkungan madrasah. Menurutnya, kurikulum berbasis cinta tidak boleh berhenti pada tataran konsep, tetapi harus diwujudkan secara nyata dalam proses pembelajaran, budaya madrasah, serta interaksi sehari-hari antara guru dan peserta didik.
M. Nur Edy, M.Si menyampaikan bahwa guru merupakan agen perubahan utama dalam meningkatkan mutu madrasah. Oleh karena itu, guru diharapkan mampu menginternalisasikan nilai-nilai cinta, empati, dan kepedulian ke dalam perencanaan pembelajaran, pelaksanaan di kelas, hingga evaluasi hasil belajar. Ia berharap MAPN 4 Medan dapat terus berkembang menjadi madrasah yang unggul, berdaya saing, dan berkarakter, serta mampu menjadi role model bagi madrasah lain.
Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Kepala MAPN 4 Medan, Dr. Syarifuddin, S.Pd.I, MA. Dalam arahannya, beliau menegaskan bahwa penerapan kurikulum berbasis cinta merupakan langkah strategis dalam membangun ekosistem pendidikan madrasah yang humanis, inklusif, dan berorientasi pada pembentukan akhlak mulia. Menurutnya, pembelajaran di madrasah tidak cukup hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga harus mampu menumbuhkan nilai kasih sayang, empati, kepedulian sosial, serta moderasi beragama.
“Madrasah harus menjadi ruang yang aman dan menyenangkan bagi peserta didik. Guru tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pendidik dan teladan dalam menanamkan karakter,” ujar Dr. Syarifuddin. Ia berharap melalui workshop ini, para guru MAPN 4 Medan mampu mengimplementasikan pembelajaran yang lebih mendalam, bermakna, dan kontekstual, sehingga dapat melahirkan lulusan yang unggul secara akademik, berkarakter kuat, serta memiliki kepekaan sosial. Ke depan, MAPN 4 Medan diharapkan menjadi madrasah rujukan yang memadukan keunggulan akademik dengan penguatan nilai-nilai keislaman dan kemanusiaan.
Kegiatan workshop kemudian dilanjutkan dengan sambutan dan arahan dari Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kementerian Agama Kota Medan, H. Yose Rizal, S.Ag, MM. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas komitmen MAPN 4 Medan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran melalui implementasi kurikulum berbasis cinta. Ia menilai langkah ini sejalan dengan kebijakan Kementerian Agama dalam mewujudkan pendidikan madrasah yang humanis, adaptif terhadap perkembangan zaman, namun tetap berakar pada nilai-nilai keislaman.
H. Yose Rizal menegaskan bahwa guru madrasah memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara spiritual dan sosial. Ia berharap MAPN 4 Medan mampu menjadi contoh bagi madrasah lain dalam mengimplementasikan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, menumbuhkan sikap toleran, cinta damai, serta moderat dalam beragama, sehingga lulusan madrasah mampu berkontribusi positif bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
Workshop ini menghadirkan tiga narasumber kompeten, yaitu H. Syawaluddin Matondang, SE, MM, Rahmad Jamil, S.Ag, M.Pd, dan Ade Rahmat, S.Pd yang menyampaikan materi seputar konsep kurikulum berbasis cinta, strategi pembelajaran mendalam, serta praktik baik dalam implementasi di kelas.
Selama kegiatan berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 16.00 WIB, para peserta tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian workshop. Diskusi interaktif dan sesi tanya jawab menjadi ruang refleksi bagi para guru untuk memperdalam pemahaman dan merumuskan langkah konkret dalam penerapan kurikulum berbasis cinta di MAPN 4 Medan.
Melalui kegiatan ini, MAPN 4 Medan menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan dan menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga membentuk karakter peserta didik yang berlandaskan nilai-nilai keislaman, kemanusiaan, dan kebangsaan. (Zk)
