Aliansi Gerakan Pemuda dan Mahasiswa Samosir Minta Pejabat di Kab. Samosir Tidak Cawe-cawe di Pilkada Samosir 2024
SAMOSIR.ZTVNEWS.ID - Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2024 hanya tinggal menghitung beberapa bulan kedepan. Tentumya pesta demokrasi lima tahunan tersebut merupakan moment yang di tunggu-tunggu seluruh msyarakat di Indonesia, khususnya masyarakat didaerah salah satunya Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, yang juga akan berganti kepemimpinan yang baru.
Masyarakat dengan mayoritas penduduknya bersuku Batak di Kabupaten Samosir mengaku sangat antusias menyambut pesta demokrasi pada Novermber 2024 mendatang untuk memberikan hak suara memilih para calon Bupati dan Wakil Bupati yang bertarung nantinya.
Kabupaten Samosir merupakan salah satu daerah tujuan wisata yang ada di Provinsi Sumatera Utara yang sangat dikenal memiliki beragam adat istiadat serta tradisi warisan leluhur turun temurun yang tetap dirawat, dilerastarikan bahkan di terapkan dalam kehidupan masyarakat sehari-hari, sehingga hal tersebut harus tetap mendapatkankan perhatikan secara baik guna mencegah terjadinya konflik ataupun gesekan sosial ditengah masyarakat.
Para pemuda dan mahasiswa ini juga menekankan agar semua lembaga terutama pihak penyelengara pemilu yaitu KPU dan Bawaslu tetap terbuka, jujur dan adil dalam menjalankan tugasnya serta tidak ada intervensi dari siapapun. Aparat negara yaitu TNI khusunya Polri dalam hal ini Polres Samosir dan ASN Kab. Samosir harus menjaga netralitasnya, jangan krna ada kepentingan pribadi maupun kelompoknya jadi mendukung salah satu Paslon dan intervensi dalam setiap tahapannya.
Khusus kepada kepala daerah yaitu Bupati yang juga akan maju kembali sebagai calon petahana agar tetaplah berlaku professional dalam tugas dan tidak memanfaatkan failitas negara yang melekat pada dirinya untuk kepentingan pribadi serta tidak cawe-cawe saat bertugas terutama yang dapat menguntungkan secara pribadi.
Apabila, seluruh proses pemilihan kepala daerah pada Pilkada serentak 2024 nantinya dilaksanakan tidak sesuai dengan ketentuan dan aturan yang sebenarnya, maka, Aliansi Gerakan Pemuda dan Mahasiswa Samosir akan melakukan aksi-aksi yang menolak pelaksanaan pilkada Kab. Samosir atau meminta pemerintah mengganti pejabat yg melakukan intervensi terhadap pelaksanaan pilkada serentak di Kab. Samosir.(Yud)
