ALFI/ILFA–ANGSUSPEL–ASDEKI Apresiasi Perbaikan Layanan dan Keselamatan Kerja di BNCT
(ALFI/ILFA–ANGSUSPEL–ASDEKI Apresiasi Perbaikan Layanan dan Keselamatan Kerja di BNCT/Foto: ist)
ZTV.BELAWAN — Tiga asosiasi pengguna jasa kepelabuhanan, yakni Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA), Asosiasi Pengusaha Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ANGSUSPEL), serta Asosiasi Depo Kontainer Indonesia (ASDEKI), menyampaikan apresiasi atas langkah perbaikan layanan dan penguatan keselamatan kerja yang dilakukan PT Belawan New Container Terminal (BNCT) dalam pengelolaan terminal peti kemas di Pelabuhan Belawan. (4/2)
Apresiasi tersebut disampaikan dalam pertemuan yang berlangsung di Mr. Boey’s Cafe, yang mempertemukan perwakilan BNCT dengan pengurus asosiasi pengguna jasa kepelabuhanan.
Dalam pertemuan tersebut, ketiga asosiasi menilai komitmen BNCT dalam meningkatkan efisiensi layanan dan keselamatan kerja sebagai langkah positif yang sejalan dengan kebutuhan pelaku logistik. Komitmen tersebut tercermin dari penguatan prosedur operasional, pembangunan budaya keselamatan kerja, serta rencana penambahan peralatan operasional guna meningkatkan kualitas dan keandalan layanan terminal.
BNCT merencanakan penambahan sejumlah alat utama operasional, antara lain reach stacker untuk mendukung percepatan bongkar muat peti kemas, empty container handling guna meningkatkan efisiensi penanganan peti kemas kosong, serta beberapa unit internal terminal vehicle (ITV) untuk memperlancar pergerakan kontainer di dalam area terminal. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi waktu tunggu, meningkatkan produktivitas, serta menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman di kawasan pelabuhan.
Ketua ALFI/ILFA, H. Surianto, yang juga politisi Partai Gerindra, menyampaikan bahwa di lapangan masih terdapat kendala operasional dalam kondisi tertentu, seperti saat sebagian peralatan memasuki masa pemeliharaan rutin atau mengalami gangguan teknis minor. Namun demikian, ia menilai BNCT menunjukkan komitmen mitigasi yang baik.
“Dalam kondisi tertentu, memang ada alat yang tidak dapat beroperasi karena pemeliharaan atau gangguan teknis. Namun kami melihat terminal berupaya melakukan mitigasi dengan mengalokasikan alat bongkar muat cadangan sehingga layanan tetap berjalan,” ujar H. Surianto.
Ia menambahkan bahwa peningkatan kualitas layanan juga perlu diperkuat dari sisi sumber daya manusia.
“Masukan kami yang konstruktif adalah agar petugas operasional tidak hanya fokus pada proses layanan, tetapi juga lebih proaktif dalam menangani keluhan pengguna jasa di lapangan. Respons yang cepat dan komunikasi yang baik akan sangat membantu menjaga kepercayaan pelanggan,” katanya.
Sementara itu, Ketua ANGSUSPEL, Ery Salim, menilai langkah BNCT dalam memperbaiki layanan dan memperkuat keselamatan kerja sebagai upaya penting dalam menjaga kelancaran arus angkutan di kawasan pelabuhan.
“Bagi kami, keandalan layanan terminal sangat berkaitan langsung dengan kelancaran angkutan. Komitmen BNCT dalam meningkatkan efisiensi dan menyiapkan peralatan pendukung patut diapresiasi karena berdampak pada kepastian layanan bagi pelaku usaha transportasi,” ujar Ery Salim.
Apresiasi juga disampaikan Ketua ASDEKI Sumatera Utara, Surya Darma, yang menilai perbaikan layanan dan kesiapan peralatan menjadi faktor penting bagi kegiatan depo kontainer.
“Upaya BNCT meningkatkan keandalan operasional melalui penambahan peralatan dan penguatan keselamatan kerja merupakan langkah yang tepat. Kami berharap perbaikan ini terus berlanjut agar koordinasi layanan antara terminal dan depo kontainer dapat berjalan lebih efektif,” kata Surya Darma.
Dengan adanya masukan dan dukungan dari ketiga asosiasi pengguna jasa, BNCT diharapkan dapat terus melakukan perbaikan berkelanjutan, baik dari sisi peralatan, keselamatan kerja, maupun kualitas pelayanan, sehingga Pelabuhan Belawan semakin efisien, andal, dan berdaya saing di tingkat nasional. (*)
