Isra Mi’raj di Lapas Labuhan Ruku, Tausiah Ustadz Anugerah Cahyadi Hangatkan Suasana
ZTV — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Labuhan Ruku menggelar peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang dipusatkan di Lapangan Lapas Labuhan Ruku, Rabu (4/2). Kegiatan keagamaan ini berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan sebagai bagian dari pembinaan mental dan spiritual bagi warga binaan.
Peringatan Isra Mi’raj tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Lapas Labuhan Ruku, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Batu Bara, serta perwakilan dari TNI, Polri, Kejaksaan, dan tamu undangan lainnya. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menambah kekhidmatan sekaligus menunjukkan sinergi antarinstansi dalam mendukung program pembinaan di Lapas.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan sari tilawah yang menyejukkan hati para hadirin. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan laporan panitia yang memaparkan maksud dan tujuan pelaksanaan peringatan Isra Mi’raj di lingkungan Lapas Labuhan Ruku.
Dalam sambutannya, Kepala Lapas Labuhan Ruku menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh tamu undangan yang telah berkenan hadir. Ia menegaskan bahwa peringatan Isra Mi’raj bukan sekadar seremonial, melainkan momentum untuk memperdalam pemahaman agama serta memperkuat nilai-nilai keimanan dan ketakwaan.
Kalapas juga menjelaskan makna Isra Mi’raj sebagai peristiwa perjalanan agung Nabi Muhammad SAW pada malam 27 Rajab, dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa (Isra) kemudian naik ke Sidratul Muntaha (Mi’raj), untuk menerima perintah salat lima waktu secara langsung dari Allah SWT. Atas dasar peristiwa tersebut, ia mengajak seluruh jajaran dan warga binaan Lapas Labuhan Ruku untuk senantiasa menunaikan ibadah salat lima waktu secara berjamaah.
Acara kemudian dilanjutkan dengan tausiah yang disampaikan oleh Ustadz Anugerah Cahyadi, yang menjadi momen paling ditunggu oleh para hadirin. Dalam ceramahnya, Ustadz Anugerah Cahyadi menegaskan agar tidak merasa diri sebagai manusia yang tidak berharga akibat dosa, karena Allah SWT tetap mencintai hamba-Nya yang ingin bertobat.
Ia juga menyampaikan pesan bahwa Allah lebih mencintai pendosa yang bertaubat dibandingkan orang yang merasa dirinya paling benar, sombong dengan kesalehan, dan tidak pernah merasa bersalah. Selain itu, beliau mengingatkan tiga hal penting yang perlu dilakukan sebelum menjalankan ibadah puasa Ramadan, yakni meminta maaf kepada kedua orang tua, meminta maaf kepada sesama seperti saudara dan teman, serta meminta maaf kepada suami atau istri.
Tausiah disampaikan dengan penuh semangat dan diselingi candaan ringan sehingga suasana menjadi hangat dan penuh keakraban. Kegiatan peringatan Isra Mi’raj kemudian ditutup dengan pembagian hadiah kepada para juara lomba azan, tartil Al-Qur’an, pop song islami, serta berbagai perlombaan lainnya yang telah dilaksanakan sebelumnya di Lapas Labuhan Ruku. (Red)
