Diduga Asap hitam dan Serbuk Heksan PT Agro Jaya Perdana Ancam Kesehatan Warga Martubung
(Diduga Asap hitam dan Serbuk Heksan PT Agro Jaya Perdana Ancam Kesehatan Warga Martubung/Foto: ist)
ZTV.LABUHAN – Warga Lingkungan II, Kelurahan Martubung, Kecamatan Medan Labuhan, kembali mengeluhkan dugaan pencemaran lingkungan yang diduga berasal dari aktivitas Pabrik PT Agro Jaya Perdana (AJP), Kamis (29/01/2026).
Menurut keterangan warga yang enggan disebutkan namanya, pabrik tersebut kerap mengeluarkan asap hitam pekat, padahal seharusnya asap hasil pembakaran berwarna putih. Warga juga menduga pembuangan limbah dilakukan pada malam hari.
“Serbuk heksan itu seperti Milo coklat, bukan lagi berbentuk abu. Serbuk tersebut mengenai rumah dan lingkungan warga sekitar,” ujar seorang warga.
Ia menambahkan, kondisi tersebut merupakan bentuk pencemaran yang berdampak serius. Saat hujan turun, aroma tidak sedap semakin menyengat. Akibatnya, banyak tanaman milik warga yang mati dan dikhawatirkan dapat membahayakan kesehatan masyarakat.
“Ini bisa menimbulkan penyakit seperti ISPA, flu, influenza, dan gangguan saluran pernapasan,” lanjutnya.
Keluhan serupa juga disampaikan warga melalui grup WhatsApp Lingkungan II. Dalam pesan yang beredar, warga menyebutkan bahwa meskipun keluhan sudah berulang kali disampaikan, aktivitas pabrik tetap berjalan.
“Biarpun berbuih mulut kita, mereka tetap berjalan terus. Entah sampai kapan Tuhan menghentikannya,” tulis salah satu warga.
Sebelumnya, ratusan warga Lingkungan II Kelurahan Martubung sempat menggelar aksi unjuk rasa damai di depan pintu masuk PT Agro Jaya Perdana di Jalan KL Yos Sudarso KM 15,5. Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes terhadap bau menyengat yang diduga mengganggu kesehatan masyarakat.
Dalam aksi itu, warga juga menuntut agar pabrik pengolahan kelapa sawit tersebut ditutup. Selain pencemaran udara, warga juga menduga adanya pembuangan limbah cair pabrik ke Sungai Deli.
Hingga berita ini diturunkan, pihak PT Agro Jaya Perdana melalui Humas belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan dan tudingan warga tersebut. (Tim)
