Syahroni Diduga Pemasok BBM Ilegal ke Gudang Bencuan Gabion Belawan
(Syahroni Diduga Pemasok BBM Ilegal ke Gudang Bencuan Gabion Belawan/Foto: ist)
BELAWAN,ZTV – Praktik peredaran dan penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar ilegal di kawasan Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan (PPSB) diduga masih berlangsung secara terstruktur dan berkelanjutan. Aktivitas tersebut disebut-sebut melibatkan Gudang Ikan Bencuan di kawasan Gabion Belawan sebagai salah satu sentra penerima BBM ilegal.
Berdasarkan hasil penelusuran tim Media ztvnews.id, Rabu (14/1/2026), Gudang Bencuan diduga menerima pasokan solar ilegal dalam jumlah besar yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan operasional kapal-kapal ikan berkapasitas besar.
Seorang sumber yang enggan disebutkan namanya menyebutkan bahwa pasokan BBM tersebut diduga berasal dari gudang di kawasan Hamparan Perak yang disebut-sebut milik seorang pengusaha berinisial Wak Uteh.
“Pemasoknya Syahroni bang, BBM-nya dari gudang di Hamparan Perak punya Wak Uteh,” ujar sumber kepada tim.
Selain itu, sumber juga mengungkapkan bahwa Syahroni diduga memperoleh BBM dari jatah nelayan yang dikumpulkan melalui seorang pengepul berinisial DA.
“Syahroni juga ngambil minyak dari jatah nelayan lewat anak mainnya si DA, lalu disalurkan ke Gudang Bencuan,” lanjutnya.
Aktivitas Masih Berlangsung Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Syahroni membantah masih terlibat dalam aktivitas tersebut. Ia mengklaim sudah lama tidak lagi menjalankan kegiatan pemasokan BBM.
“Maaf bang, saya sudah lama tidak ada kegiatan. Jumpai saja saya sama si Dedi, biar kita bicara terbuka,” ujarnya singkat.
Namun, berdasarkan pantauan langsung di lapangan pada Rabu (14/1/2026), sebuah mobil tangki berwarna biru-putih yang diduga milik Wak Uteh terlihat sedang melakukan aktivitas bongkar muat BBM di Gudang Bencuan, kawasan Gabion Belawan.
Fakta tersebut memperkuat dugaan bahwa aktivitas distribusi BBM solar ilegal di lokasi tersebut masih berjalan.
Ironisnya, menurut informasi yang diperoleh, aktivitas serupa sebelumnya disebut pernah terendus aparat penegak hukum dan bahkan sempat dilakukan penggerebekan oleh unsur Badan Intelijen Strategis (BAIS) bersama Kejaksaan. Namun hingga kini, distribusi BBM tersebut diduga tetap berlangsung tanpa hambatan berarti.
Ratusan Ton Solar Ilegal Diduga Masuk PPSB
Sumber internal lainnya menyebutkan bahwa peredaran solar ilegal di kawasan PPSB Belawan diperkirakan mencapai ratusan ton per hari. BBM tersebut diduga disalurkan ke kapal-kapal ikan berkapasitas besar yang secara regulasi seharusnya menggunakan solar industri.
“Di lapangan, kapal-kapal itu justru menggunakan BBM subsidi atau BBM ilegal yang diperoleh melalui jaringan gudang ikan di Gabion Belawan,” ungkap sumber.
Gudang Ikan Bencuan disebut sebagai salah satu titik utama distribusi, yang diduga dikendalikan oleh Syahroni dengan DA sebagai pengepul BBM dari jatah nelayan.
Respons Kepolisian Terpisah, Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan, AKP Agus Purnomo, saat dikonfirmasi terkait dugaan aktivitas ilegal tersebut, menyatakan pihaknya akan menindaklanjuti informasi yang diterima.
“Terima kasih informasinya, akan kami tindaklanjuti,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi lebih lanjut dari pihak terkait mengenai hasil penelusuran maupun langkah penegakan hukum yang akan dilakukan. (Tim)
