Self Concept dan Krisis Kepercayaan Diri di Era Media Sosial
Oleh : Linda Alpiayani - Mahasiswa Universitas Siber Asia
Di zaman sekarang, ngomongin soal self concept itu jadi makin relevan, apalagi buat
kita sebagai generasi yang hidupnya nggak jauh dari internet dan juga media sosial. Self
concept sendiri bisa dipahami sebagai cara kita melihat, menilai, dan memahami diri kita
sendiri. Hal ini nggak cuma soal “gue itu siapa”, tapi juga tentang bagaimana kita menghargai
diri dan memposisikan diri di tengah lingkungan sosial. Dalam perspektif Estetika Humanisme,
konsep diri ini penting karena berkaitan langsung dengan bagaimana manusia memanusiakan
dirinya sendiri.
Salah satu fenomena yang cukup sering terjadi sekarang adalah munculnya rasa
insecure akibat standar yang ada di media sosial. Misalnya, tren “glow up” atau standar
kecantikan/tampilan yang viral di TikTok dan Instagram. Banyak orang jadi merasa harus punya
badan ideal, wajah tertentu, atau gaya hidup tertentu biar dianggap “cukup”. Padahal, apa
yang ditampilkan di media sosial sering kali sudah melalui proses editing atau hanya
menunjukkan sisi terbaik saja. Fenomena ini akhirnya bikin banyak orang membandingkan
dirinya dengan orang lain secara berlebihan.
Dari sudut pandang psikologi, self concept terdiri dari beberapa bagian seperti self
image (cara kita melihat diri), self esteem (seberapa kita menghargai diri), dan ideal self (versi
diri yang kita inginkan). Ketika ketiga hal ini nggak seimbang, misalnya ideal self terlalu tinggi
karena pengaruh media sosial, maka yang terjadi adalah rasa tidak puas terhadap diri sendiri.
Ini yang kemudian memicu overthinking, minder, bahkan kehilangan arah.
Kalau dilihat dari Estetika Humanisme, konsep diri yang “indah” itu bukan tentang
seberapa sempurna kita terlihat, tapi tentang bagaimana kita bisa menerima diri secara utuh.
Artinya, kita sadar bahwa setiap orang punya kelebihan dan kekurangan, dan itu hal yang
wajar. Justru dari situ muncul keaslian (authenticity) yang menjadi nilai penting dalam
kemanusiaan.
Di era media sosial saat ini, di mana manusia sangat dekat dengan internet dan media
sosial, kita dituntut untuk punya konsep diri yang lebih kuat. Tanpa itu, kita sangat mudah
terbawa arus tren dan opini orang lain. Makanya, penting untuk mulai membangun self
concept dari dalam diri, bukan cuma dari validasi luar.
Kesimpulannya, self concept punya peran besar dalam membentuk identitas diri,
terutama di era digital seperti sekarang. Dalam perspektif Estetika Humanisme, konsep diri
yang sehat adalah yang mampu menerima, menghargai, dan memahami diri sendiri secara
utuh. Dengan begitu, kita nggak cuma jadi lebih percaya diri, tapi juga bisa hidup lebih autentik
tanpa harus terus-terusan membandingkan diri dengan orang lain.