Ketika Amarah Mengalahkan Akal: Anger Management dalam Fenomena Konflik di Jalan Raya
(Ilustrasi AI/foto: ist)
Oleh : Anggita Ambarini - Mahasiswa Universitas Siber Asia
ZTV - Jalan raya merupakan ruang publik di mana semua orang memiliki tujuan serta kepentingannya masing-masing. Dalam perjalanan, tentunya kita pernah menghadapi berbagai situasi yang tidak diharapkan yang dapat mengganggu perjalanan, seperti tidak diberi jalan, disalip secara tiba-tiba, seorang pengendara menyalakan sen kanan namun justru berbelok ke arah lainnya. Rasa kesal dan amarah yang dirasakan saat kondisi seperti itu adalah hal yang wajar.
Namun, yang menjadi persoalan adalah bagaimana seseorang mengendalikan emosi tersebut agar tidak berubah menjadi tindakan yang justru akan merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Insiden lalu lintas yang viral di platform TikTok yang baru-baru ini terjadi menjadi contoh dari fenomena ini.
Sebuah rekaman mendokumentasikan aksi perusakan kendaraan di Sunter, Jakarta Utara, di mana seorang pengemudi Toyota Calya berinisial G-V nekat menghadang serta merusak kaca spion dan wiper mobil Mini Cooper milik pengguna jalan lain.
Berdasarkan hasil pemeriksaan Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, tindakan anarkis tersebut dipicu oleh motif yang sangat sepele: pelaku merasa emosi karena tidak diberikan jalan saat berkendara.
Akibat dari luapan amarah yang tidak terkendali yang berlangsung hanya beberapa detik tersebut sangat fatal. Korban mengalami kerugian yang diperkirakan mencapai Rp50 juta dan pelaku akhirnya harus berhadapan dengan proses hukum.
Ditinjau dari perspektif Humanisme, peristiwa ini menjadi bukti nyata dari fenomena ketika amarah mengalahkan akal sehat. Kasus ini bukan hanya sekedar pelanggaran lalu lintas biasa, melainkan sebuah cermin kritis yang menunjukkan kegagalan pengelolaan emosi (anger management) yang mengakibatkan konflik serta kerugian yang lebih besar. Dalam kondisi marah, seorang terkadang lebih mudah untuk bertindak berdasarkan perasaan dibandingkan mempertimbangkan akibat dari tindakannya.
Oleh karena itu, kemampuan untuk mengelola amarah atau anger management menjadi hal yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari.
