Belasan Tahun Menunggu Air Bersih, TMMD Mengakhiri Dahaga Warga Pasar Rawa
ZTV - Selama bertahun-tahun, air bersih bukan sesuatu yang pasti bagi warga Desa Pasar Rawa, Kecamatan Gebang. Mereka terbiasa bergantung pada sumber air seadanya—keruh saat hujan, menyusut saat kemarau, dan tak selalu layak konsumsi.
Penantian itu berlangsung lama, bahkan hingga belasan tahun. Hingga akhirnya, melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 yang dilaksanakan Kodim 0203/Langkat, akses terhadap air bersih mulai menemukan jalan keluar.
Lima titik sumur bor dibangun di desa tersebut. Bagi warga, proyek ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan pemenuhan kebutuhan dasar yang selama ini tertunda.
Selama ini, keterbatasan akses air bersih tidak hanya berdampak pada aktivitas harian, tetapi juga menyentuh aspek kesehatan dan kualitas hidup. Air yang digunakan untuk memasak, mandi, hingga minum sering kali tidak memenuhi standar kebersihan. Dalam kondisi tertentu, warga harus menempuh jarak lebih jauh untuk mendapatkan air yang lebih layak.
Program sumur bor yang menjadi bagian dari sasaran fisik TMMD ke-128 hadir menjawab persoalan tersebut. Inisiatif ini merupakan bagian dari program unggulan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) dalam mendorong pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah pedesaan.
Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) TMMD ke-128, Letkol Inf Medwin Sangkakala, menyebut pembangunan sumur bor sebagai bentuk intervensi langsung terhadap kebutuhan mendasar masyarakat.
“Air bersih adalah kebutuhan utama. Melalui TMMD, kami berupaya menghadirkan solusi yang bisa langsung dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Di lapangan, perubahan mulai terasa. Akses air bersih yang lebih dekat dan layak membuat aktivitas warga menjadi lebih efisien. Kebutuhan rumah tangga dapat dipenuhi tanpa harus bergantung pada sumber air yang tidak menentu.
Bagi warga seperti Leni, kehadiran sumur bor ini menjadi titik balik. Setelah bertahun-tahun menunggu, air bersih kini tidak lagi menjadi persoalan harian yang harus diperjuangkan.“Dulu kami kesulitan, apalagi saat kemarau. Sekarang sudah sangat terbantu,” ujarnya.
Namun, persoalan air bersih di wilayah pedesaan sejatinya bukan hanya terjadi di satu desa. Di berbagai daerah, keterbatasan infrastruktur dasar masih menjadi tantangan, terutama di wilayah yang belum sepenuhnya terjangkau layanan air bersih yang memadai.
Dalam konteks itu, program TMMD menjadi salah satu instrumen percepatan pembangunan yang menjangkau langsung kebutuhan masyarakat. Kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kunci dalam memastikan pembangunan tidak hanya hadir, tetapi juga tepat sasaran.
Di Pasar Rawa, sumur bor itu kini menjadi lebih dari sekadar fasilitas. Ia menandai perubahan perlahan—dari keterbatasan menuju kecukupan, dari ketidakpastian menuju kepastian.
Air yang mengalir dari dalam tanah itu membawa makna yang lebih dalam: bahwa pembangunan, ketika menyentuh kebutuhan paling dasar, dapat mengubah kualitas hidup masyarakat secara nyata.(red)
