Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger
  • April 202645
  • Maret 202669
  • Februari 202677
  • Januari 202677
  • Desember 202576
  • November 202573
  • Oktober 202584
  • September 202564
  • Agustus 2025115
  • Juli 2025122
  • Juni 2025111
  • Mei 2025112
  • April 202587
  • Maret 2025132
  • Februari 2025117
  • Januari 2025107
  • Desember 2024149
  • November 2024176
  • Oktober 202499
  • September 2024102
  • Agustus 2024130
  • Juli 2024177
  • Juni 2024103
  • Mei 2024297
  • April 2024139
  • Maret 202464
  • Februari 202469
  • Januari 202485
  • Desember 202383
  • November 202388
  • Oktober 2023211
  • September 2023206
  • Agustus 2023144
  • Juli 2023197

Laporkan Penyalahgunaan

  •  Banner Gratis, Warung Makan Makin Laris! Inisiatif CSR dari Mekar Jaya Digiprint dan Mahasiswa Universitas Siber Asia

    Banner Gratis, Warung Makan Makin Laris! Inisiatif CSR dari Mekar Jaya Digiprint dan Mahasiswa Universitas Siber Asia

  • 4 Jenis Norma di Masyarakat yang Wajib Kamu Tahu Biar Hidup Makin Harmonis!

    4 Jenis Norma di Masyarakat yang Wajib Kamu Tahu Biar Hidup Makin Harmonis!

  • Tragis! Bocah SD Tewas Terlindas Truk di Marelan, Sang Ibu Histeris Peluk Jenazah

    Tragis! Bocah SD Tewas Terlindas Truk di Marelan, Sang Ibu Histeris Peluk Jenazah

BREAKING NEWS
ZTV

ZTV

  • Media Network
  • _Perintah Rakyat
  • _METRO - NETWORK id
  • _ZTV ACEH
  • _SATU PIKIRAN
  • _NAVIGASIMETRO.id
  • News Network
  • _DAERAH
  • _GLOBAL
  • _HUKUM - KRIMINAL
  • _Dokumentasi
  • _Film
  • _KPOP
  • _Advetorial
  • _Wisata dan Kuliner
  • 🏙️ Nasional
  • 🏦 Ekonomi
  • 📰 News
  • 🗣️ Pilihan Rakyat
  • NEWS
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • FILM
  • INTERNASIONAL
  • MEGAPOLITAN
  • POLITIK
  • PILIHAN EDITOR
  • JABODETABEK
  • KPOP
  • ADVETORIAL
  • REGIONAL
  • INDONESIA
  • FOTO
ZTV
  • ZTV
  • ZTV ACEH
  • NAVIGASI METRO
  • METRO NETWORK
  • SATU PIKIRAN
  • PERINTAH RAKYAT
  • News
  • Pendidikan
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Film
  • Internasional
  • Megapolitan
  • Kriminal
  • Regional
  • Politik
  • Pilihan Editor
  • Pilihan Rakyat
  • Jabodetabek
  • KPOP
  • Advetorial
  • Beranda
  • Opini

Langkah Kecil dari Rumah Autis untuk Bumi Kita

Kontributor
Oktober 16, 2025

 Langkah Kecil dari Rumah Autis untuk Bumi Kita

Oleh: Yessy A. Cahya Purnama, S.Psi.

Mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi, STIKOM Interstudi




Di tengah meningkatnya tumpukan limbah tekstil dan isu krisis lingkungan, secercah harapan tumbuh di Rumah Autis Bekasi. Di tempat sederhana ini, remaja berkemampuan khusus menenun potongan kain bekas menjadi keset warna-warni—menyulam bukan hanya kain, tapi juga harapan bagi bumi.

Kegiatan itu lahir dari kolaborasi antara Rumah Autis Bekasi dan lembaga sosial Donasi Barang Bekasi. Donasi Barang merupakan layanan terbuka bagi siapa pun yang ingin menyalurkan barang bekas layak pakai agar dapat dimanfaatkan kembali. Barang-barang yang terkumpul akan disortir terlebih dahulu. Pakaian yang layak pakai akan disalurkan untuk kegiatan sosial, sementara yang sudah tak layak pakai justru mendapat kehidupan baru: diberikan kepada Rumah Autis Bekasi sebagai bahan utama pembuatan prakarya keset daur ulang.

---

Belajar dari Serhan dan Ibu Farida

Saat berkunjung ke Rumah Autis Bekasi, suasana ruang keterampilan tampak penuh warna. Potongan kain tertata rapi di meja kelas. Di dalam ruangan kelas, seorang remaja tekun menenun kain. Dialah Serhan, 16 tahun, siswa remaja yang setiap hari datang untuk membuat keset dari pakaian bekas layak pakai.

Aktivitas itu sudah menjadi bagian dari rutinitas hariannya. Ia mengerjakan dengan fokus dan sabar, sementara di dekatnya, Ibu Farida—pengajar yang mendampingi—memantau dengan penuh kasih. “Saya hanya membantu dan mendampingi saja,” ujar Ibu Farida sambil tersenyum. “Selebihnya, mereka belajar dari konsistensi.”

Kalimat sederhana itu menyimpan makna dalam. Di baliknya ada filosofi pemberdayaan: kepercayaan dan kesempatan menjadi kunci tumbuhnya kemandirian. Serhan tidak hanya menenun kain bekas; ia sedang menenun rasa percaya diri, makna kebermanfaatan, dan kesadaran akan kontribusinya bagi lingkungan.

---

Komunikasi yang Menginspirasi

Dari perspektif komunikasi, kegiatan di Rumah Autis Bekasi mencerminkan praktik komunikasi efektif sebagaimana dirumuskan Harold D. Lasswell dalam model klasiknya: “Who says what, in which channel, to whom, and with what effect.” Dalam konteks ini, para pembimbing seperti Ibu Farida menjadi komunikator yang menyampaikan pesan melalui tindakan, bukan sekadar kata-kata.

Pesannya jelas: keterbatasan bukan penghalang untuk berbuat baik. Salurannya adalah kegiatan keterampilan daur ulang yang dilakukan secara rutin, serta publikasi hasil karya melalui media sosial. Penerimanya bukan hanya para siswa, melainkan juga masyarakat yang menyaksikan bahwa inklusi sosial dapat melahirkan kepedulian lingkungan.

Efek komunikasinya nyata. Siswa menjadi lebih percaya diri, masyarakat semakin terbuka terhadap keberagaman, dan lingkungan mendapat manfaat dari praktik daur ulang. Komunikasi di sini tidak sekadar menyampaikan pesan, tetapi juga mendorong perubahan perilaku dan cara pandang.

---

Dari Edukasi Menuju Transformasi

Selama ini, pendidikan inklusif kerap dipahami sebatas soal akses—bagaimana peserta didik berkemampuan khusus bisa bersekolah. Padahal, inklusi sejati berarti memberdayakan semua individu agar menjadi bagian dari solusi sosial dan lingkungan.

Rumah Autis Bekasi menerjemahkan prinsip itu dengan cara sederhana namun bermakna. Melalui kegiatan membuat prakarya keset dari pakaian bekas tidak layak pakai, para remaja tidak hanya belajar keterampilan hidup, tetapi juga menanamkan nilai keberlanjutan (sustainability). Mereka diajak memahami bahwa menjaga bumi bukan tanggung jawab segelintir orang, melainkan kewajiban bersama.

Krisis lingkungan tidak bisa diselesaikan oleh pemerintah atau aktivis semata. Diperlukan partisipasi dari setiap lapisan masyarakat, termasuk mereka yang sering terpinggirkan. Dalam konteks ini, karya sederhana seperti keset buatan Serhan menjadi bentuk komunikasi lingkungan paling tulus—lahir dari kesadaran dan kerja nyata, bukan sekadar slogan.

---

Menenun Kesadaran Baru

Tulisan ini bukan sekadar pujian bagi sebuah program, melainkan ajakan untuk menata ulang cara kita memandang perubahan sosial. Perubahan besar selalu bermula dari langkah kecil. Daur ulang pakaian bekas tidak layak pakai mungkin tidak menghapus krisis limbah tekstil dalam sekejap, tetapi mampu mengubah cara kita melihat makna kontribusi dan keberlanjutan.

Remaja istimewa seperti Serhan mengingatkan kita bahwa komunikasi tidak selalu hadir dalam bentuk kampanye besar atau poster mewah. Kadang, komunikasi paling kuat justru muncul dalam tindakan kecil—dalam kesabaran seorang remaja menenun kain dari pakaian bekas tidak layak pakai menjadi keset, dan dalam ketulusan seorang pengajar mendampingi dengan cinta.

Dari ruang sederhana di Rumah Autis Bekasi, mereka sedang menenun bukan hanya kain, tetapi juga kesadaran baru: bahwa setiap tangan, sekecil apa pun, mampu memberi warna bagi bumi yang kita cintai. Karena bumi tidak menuntut langkah besar—ia hanya menunggu kita untuk mulai.

---

✍️ Tentang Penulis:

Yessy A. Cahya Purnama, S.Psi., adalah mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi STIKOM Interstudi yang menaruh perhatian pada isu komunikasi sosial, lingkungan, dan pemberdayaan kelompok inklusif.

Baca Juga
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Berita Terkait
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Rekomendasi
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Tampilkan lebih banyak
Posting Komentar
Batal
Gambar
Terpopuler
  • HATI MERDEKA FILM PEJUANG INDONESIA YANG MENYENTUH JIWA

  • 51 Siswa MAPN 4 Medan Lulus SPAN PTKIN 2025/2026, Bukti Kualitas Madrasah Unggul

  • Ditangkap Bareng 5 Orang, Kok Cuma Sebulan Sudah Bebas Sendirian? Ada Apa Dengan Polrestabes Deli Serdang?

  • Dewan Pembina KPP Sumatera Pantai Timur Dinilai “Melawan” Gubsu Bobby Nasution

  • Peringati Hari Kartini, Salimah Pasbar Gelar Seminar Ibu Sehat Keluarga Kuat

  • Pelindo Regional 1 Belawan Pastikan Operasional Tetap Optimal Layani Pengguna Jasa

  • 25 Siswa MAPN 4 Medan Lulus SNBP 2026, Bukti Prestasi dan Daya Saing Tinggi

  • ​Peringati HBP ke-62, Lapas Labuhan Ruku Gelar Donor Darah Bersama PMI Batu Bara

  • Dari Posko hingga Pintu Rumah, Polri Hadir Pastikan Layanan Kesehatan Warga Terdampak Bencana di Kala Segi Aceh Tengah

  • Sidang KDRT di PN Lubuk Pakam Ditunda, Kuasa Hukum Soroti Kejanggalan Perkara

Ngaji Bareng
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Fokus
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Foto
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Shorts
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Tv
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
ZTV NETWORK
  • Brand Logo
  • Brand Logo
  • Brand Logo
  • Brand Logo
  • Brand Logo
ZTV
Ikuti Kami
  • Redaksi
  • About
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
© ZTV - SINCE 2021