BREAKING NEWS

Harapan di Tengah Gedung Pencakar: Bintang Nusantara Ubah Nasib Pekerja Migran Indonesia di Hong Kong


ZTV.HONGKONG - 17, Juli 2025 Di momen peringatan Hari Buruh Internasional berbarengan dengan Hari Pendidikan Nasional, kita diingatkan bahwa perjuangan tak selalu berada di ujung podium. 

Bagi ribuan buruh migran Indonesia di Hong Kong, upaya untuk menggenggam asa lewat ilmu adalah satu-satunya jalan menembus keterbatasan. Di sinilah kisah Fajar Kurniawan bermula sejak 2009, ia merintis Bintang Nusantara Learning Center demi mewujudkan revolusi pendidikan bagi para pekerja migran. Melalui kelas setiap mingu pagi, program ini memberi mereka kunci menuju masa depan yang lebih cerah. 

Latar Belakang dan Visi Fajar Kurniawan memulai inisiatif ini setelah menyadari banyak PMI terperangkap di pekerjaan domestik tanpa peluang naik jabatan.

Ia percaya pendidikan formal dapat meningkatkan daya tawar di pasar kerja dan membuka akses ke profesi yang lebih bermartabat. 

Visi utamanya adalah memastikan setiap pekerja migran punya kesempatan setara untuk meraih ijazah SD, SMP, hingga SMA. 

Dengan memadukan pembelajaran akademik dan nilai moral, Fajar ingin mereka tak hanya cerdas, tapi juga tangguh secara mental.Dengan visi 

“setiap tenaga kerja punya hak atas masa depan yang lebih cerah”, Fajar merancang program fleksibel yang menyambung mimpi di sela-sela jam kerja.
 
Jejak Perjalanan: Dari Niat hingga Nyata 
1. 2009: Kelas pertama diadakan di ruang kecil milik konsulat dengan 15 peserta. 

2. 2012: Kolaborasi dengan komunitas keagamaan memperluas cakupan materi 
pendukung psikologis. 

3. 2016: Jumlah peserta naik signifikan; paket A, B, dan C diperkenalkan guna 
menyetarakan jenjang SD hingga SMA. 

4. 2023: Tercatat lebih dari 2.300 alumni yang berhasil menyelesaikan ujian kesetaraan.
 
Setiap langkah didasari semangat “belajar di mana pun, kapan pun” menjawab tantangan jam lembur dan ritme kerja yang tak menentu.

Semua kegiatan dirancang fleksibel agar tak 
mengganggu jadwal kerja dan kewajiban lain. 
Program Unggulan 

• Paket A (Setara SD): Literasi dasar, berhitung sederhana, pengenalan lingkungan. 

• Paket B (Setara SMP): Matematika menengah, bahasa Indonesia, IPA sederhana. 

• Paket C (Setara SMA): Fisika dasar, kimia populer, sejarah kebangsaan. 

Semua kelas diadakan setiap Minggu pagi untuk menyesuaikan jam kerja domestik tanpa mengorbankan kualitas belajar. 

Dampak Nyata dan Testimoni lebih dari sekadar angka, kisah alumni menunjukkan: 

• Peningkatan kepercayaan diri saat berhadapan dengan majikan. 

• Kesempatan kerja baru sebagai pengajar privat atau caregiver profesional. 

• Jaringan pertemanan lintas budaya yang menguatkan solidaritas. 

“Saya berani nego upah setelah punya pengetahuan dan keberanian berbicara,” ungkap Lina, alumnus Paket C. 

Menembus Batas: Tantangan Sosial dan Budaya Pekerja migran, terutama perempuan, kerap mengalami culture shock akibat kebiasaan dan kebebasan baru. 

Rasio 1 pria banding 117 wanita memunculkan dinamika emosional, termasuk kecenderungan mencari pelarian melalui hubungan sejenis. 

Jauh dari keluarga, banyak yang merasa kehilangan identitas dan akar budaya. Oleh karena itu, program ini juga menyertakan pendampingan keagamaan dan komunitas untuk menjaga martabat serta kesehatan mental mereka. 

Pendekatan Fajar mengombinasikan pendidikan akademik, bimbingan keagamaan, 
dan sesi pendampingan komunitas untuk menjaga martabat dan ketahanan mental. 

Perlindungan Hukum dan Peran Organisasi 
Hong Kong memiliki kerangka hukum yang cukup progresif untuk melindungi pekerja migran: 

• Lembaga konsuler aktif memantau pelanggaran. 

• Serikat buruh menyediakan jalur pengaduan dan negosiasi upah. 

• NGO lokal memberi bantuan hukum, konseling psikologis, hingga advokasi saat hak tersengketa. 

Kehadiran jaringan ini menjadikan pelanggaran hak lebih terkendali dibanding negara tujuan lain. 

Rekomendasi Kebijakan 

1. Memperluas dukungan pendidikan vokasi dan pelatihan profesional. 

2. Menciptakan jalur karier alternatif agar PMI tak terpaku di pekerjaan domestik. 

3. Menjamin layanan reintegrasi bagi pekerja pulang guna merancang usaha atau karier baru. 

4. Memperkuat kolaborasi antara pemerintah, NGO, dan sektor swasta.
 
5. Mengoptimalkan platform digital untuk modul pembelajaran jarak jauh. 

Kesimpulan dan Aksi Nyata Langkah Selanjutnya Inisiatif Fajar Kurniawan membuktikan bahwa pendidikan adalah investasi strategis bagi pekerja migran. 

Model fleksibel, bimbingan moral, dan pendampingan komprehensif jadi 
kunci sukses Bintang Nusantara. Dukungan hukum dan jejaring komunitas mengokohkan 
martabat PMI di negeri orang. 

Meski jauh dari tanah air, setiap pekerja migran berhak memperoleh akses pendidikan dan perlindungan hak, sebagai langkah awal menuju kemandirian dan kesejahteraan berkelanjutan. 

• Ajak korporasi besar di Hong Kong berinvestasi dalam program beasiswa untuk TKI. 

• Kembangkan aplikasi seluler “Bintang Nusantara” untuk akses materi on-demand. 
• Galang relawan alumni menjadi mentor satu-satu bagi calon peserta. 

• Dorong riset akademik tentang dampak jangka panjang pendidikan kesetaraan bagi 
migran. 

Dengan gerakan kecil kita hari ini, kita menyiapkan generasi baru pekerja migran yang tak hanya kuat fisik, tapi juga tangguh secara intelektual dan emosional. Jadikan kisah Bintang Nusantara sebagai inspirasi nyata bahwa di balik peluh bekerja, selalu ada cahaya harapan lewat ilmu.




Kontributor : Puji Nur Indah Sari, Mahasiswa Universitas Siber Asia
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar