Menonton Film Vina Sebelum 7 Hari, Sudah Belum ?
Oleh : Hendro Lucky Luntungan, Mahasiswa Universitas Siber Asia
ZTVNEWS.ID - Film "Vina: Sebelum 7 Hari" telah menjadi sorotan publik karena mengangkat kisah nyata yang sangat memilukan. Eftha, seorang mahasiswi Ilmu Komunikasi yang juga seorang penggemar film, berbagi pandangannya mengenai film ini, meskipun ia sendiri belum menontonnya. Eftha mengaku tahu tentang kasus Vina dan Eky yang terjadi di Cirebon pada tahun 2016, dan merasa sangat kasihan dengan apa yang harus dialami oleh Vina.
Menurut Eftha, meskipun ia belum menyaksikan film tersebut, ia yakin bahwa film ini akan menarik karena diangkat dari kisah nyata. Namun, ia juga menyadari bahwa film semacam ini cenderung mengandung unsur eksploitasi yang mungkin bertujuan komersial. Menurutnya, hal ini adalah sesuatu yang wajar terjadi pada film-film yang mengambil inspirasi dari peristiwa nyata, namun penting untuk memastikan bahwa pesan yang ingin disampaikan tetap sampai kepada penonton.
Ketika ditanya apakah film ini bisa menimbulkan trauma, Eftha berpendapat bahwa meskipun film ini tidak akan menyebabkan trauma, ia dapat menimbulkan rasa khawatir dan meningkatkan kewaspadaan, terutama di kalangan wanita. Eftha juga menyoroti fenomena "netizen detektif" yang muncul setelah film ini dirilis. Fenomena ini, menurutnya, dapat membantu mengungkap fakta-fakta terkait kasus serupa di masa lalu, meskipun ada kekhawatiran terhadap opini publik yang bisa menjadi liar dan tidak terkontrol.
Eftha percaya bahwa film ini memiliki dampak positif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya kekerasan dan pentingnya menjaga keselamatan diri. Ia menganggap bahwa film ini bisa berfungsi sebagai pengingat yang penting bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati, terutama dalam memilih lingkungan dan bergaul. Meskipun ada aspek eksploitasi dan sensasional yang mungkin terkait dengan film ini, Eftha merasa bahwa pesan keselamatan dan kewaspadaan yang disampaikannya sangat berharga.
Secara keseluruhan, Eftha berharap film ini akan menjadi alat yang efektif untuk mendorong masyarakat lebih aktif dalam mencegah kekerasan dan memastikan perlindungan bagi perempuan. Film ini diharapkan tidak hanya memicu rasa simpati dan empati terhadap korban, tetapi juga mendorong tindakan preventif dan meningkatkan kesadaran tentang keamanan. Dengan demikian, "Vina: Sebelum 7 Hari" dapat menjadi kontribusi yang berarti dalam dialog sosial tentang kekerasan dan keselamatan.
