Bukan Hanya KFC Simpang Zipur “Terkait Mengapa Makan Di Restoran Harus Dikenai Pajak?
_______________________
SUMUT.ZTVNEWS.ID - Terkait Mengapa makan di restoran harus dikenai pajak? Karena yang makan di restoran itu orang kaya. Atau lebih tepatnya golongan menengah ke atas.
Sebagai penyelenggara negara anda harus putar otak, bagaimana menarik pajak dengan adil. Dalam artian mereka yang kaya harus memberikan kontribusi lebih besar daripada mereka yang miskin dan harus ditolong. Jadi pajak itu punya prinsip berkeadilan.
Menurut Ustadz Kondang Adi Hidayat LC yang membahas kiajian "Kita yang makan Kita yang Bayar Pajak" berdurasi satu menit itu. "Kita masuk ke restoran, kita makan kok kita yang bayar pajak dan saya tanyakan kepada orang pajak ternyata gak ada pak pajak makanan katanya, itu yang bikin pajaknya orang restorannya, restoran bukan petugas pajak, jadi yang dibebankan pajak itu, kepada pajak kepada pemilik restorannya bukan orang yang makan disitu, tapi orang restoran membebankan Pajak PPNnya kepada orang yang makan itu salah" Ujarnya dalam video berdurasi satu menit
Seperti yang dialami Rida warga Marelan, ketika memesan paket Super Besar 4 yang terdiri dari 2 potong ayam goreng, 1 gelas minuman bersoda, 1 buah burger dan mineral water di KFC BTC Marelan Jalan Veteran Simpang Zipur Marelan Medan, Minggu (20/08/2023) Sekitar 1627 WIB.
Sebelum memesan awak media ini sudah memberitahukan bahwa tidak memasukkan Pajak Restoran 10 % dari jumlah pembelian namun sang pelayan restoran mengatakan "Mau wartawan, mau apa, gak bisa, saya pekerja saya hanya posting saja" Katanya seperti gaya menantang.
Senada Dengan
Hal ini perlu didiskusikan dan dipertanyakan bahwa pihak restoran jangan membebankan Pajak kepada konsumen, dan perlu dikaji ulang kemana biaya pajak Restoran yang selama ini dikenakan atau yang dibayar kepada konsumen.
(Fir/ZTVNEWS.ID)
