Jelang Idul Fitri, Kemacetan Parah Lumpuhkan Jalan Pelabuhan Raya Belawan
(Jelang Idul Fitri, Kemacetan Parah Lumpuhkan Jalan Pelabuhan Raya Belawan/Foto: ist)
ZTV.BELAWAN – Kurang dari lima hari menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, kemacetan panjang terjadi di sepanjang Jalan Pelabuhan Raya Belawan, Senin (16/3/2026).
Antrean kendaraan bahkan mengular dari Simpang Kampung Salam hingga Gate II Pelabuhan Belawan, dekat Kantor Kejaksaan Negeri Belawan.
Sejumlah pengguna jalan mengeluhkan kemacetan yang didominasi oleh truk kontainer yang keluar masuk kawasan pelabuhan.
“Gawat bang, dahsyat kali panjang macetnya. Nggak ada obatnya,” ujar seorang warga yang melintas di lokasi.
Berdasarkan pantauan di lapangan, ribuan truk kontainer tampak hilir mudik sehingga memperparah kemacetan.
Banyak pengendara terpaksa mencari jalan alternatif yang dinilai cukup berbahaya, bahkan ada yang memilih putar arah untuk menghindari kepadatan lalu lintas.
Warga juga menyoroti banyaknya truk kontainer yang parkir di bahu Jalan Raya Pelabuhan Belawan meski telah dipasang rambu larangan parkir. Kondisi tersebut dinilai mempersempit badan jalan dan mengganggu kelancaran arus lalu lintas.
Truk kontainer terlihat parkir berderet mulai dari depan PT Samudera Logistik Center hingga kawasan simpang bundaran.
Putro, warga Bagan Deli, mengungkapkan bahwa keberadaan truk yang parkir sembarangan sangat membahayakan, terutama bagi pengendara sepeda motor.
“Apakah para sopir tidak memahami rambu-rambu jalan, atau memang penegakan aturan yang kurang tegas. Seharusnya pihak terkait bisa menertibkan dan menindak truk kontainer yang parkir sembarangan,” ujarnya.
Masyarakat berharap Satuan Lalu Lintas Polres Pelabuhan Belawan dapat bertindak lebih tegas dalam menertibkan kendaraan berat yang parkir di bahu jalan guna mengurangi kemacetan serta mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas.
Sejumlah warga juga menilai kemacetan yang terus terjadi menunjukkan lemahnya pengaturan lalu lintas di kawasan tersebut. Bahkan ada warga yang meminta agar pimpinan Satuan Lalu Lintas melakukan evaluasi terhadap kinerja petugas di lapangan.
“Kalau memang tidak bisa mengurai kemacetan yang setiap hari terjadi dan dapat membahayakan keselamatan nyawa pengendara, sebaiknya Kasat Lantas Pelabuhan Belawan dievaluasi bahkan diganti,” ujar salah seorang warga yang melintas di Jalan Pelabuhan Raya.
Menurut warga, kondisi ini tidak hanya menyebabkan kerugian waktu dan ekonomi, tetapi juga berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas, terutama bagi pengendara sepeda motor yang harus melintas di jalan yang semakin sempit akibat truk kontainer yang parkir di bahu jalan.
