Fenomena BTS Menolak Grammy : Gaya kepemimpinan transformasional dalam estetika humanism
Hana Yunita Ekowati – Mahasiswa Universitas Siber Asia
ZTV - Keputusan BTS untuk tidak mengirimkan karyanya mereka ke ajang Grammy 2027 menjadi salah satu momen paling siginifikan dalam budaya global saat ini. Di tengah dominasi industry music barat, tindakan ini bukan hanya sekedar Keputusan administratif, melainkan sebuah pernyataan sikap yang sarat akan moral ,etika dan keberanian.
Meskipun Grammy memperkenalkan kategori baru “Best Asian Pop Music Performance” sebagai bentuk pengakuan terhadap perkembangan musik Asia , BTS menilai kategori tersebut justru mengkotakkan musik Asia ke dalam ruang yang terpisah dengan kategori umum seperti Record of The Year atau Album of The Year. Ketujuh anggota BTS memposting peryataan seragam di Instagram :
“Kami memutuskan untuk tidak mengikuti Grammy tahun ini. Kami berharap musik dapat didengar dan dicintai apa adanya, bukan dibagi berdasarkan wilayah atau bahasa.”
Album comeback mereka, ARIRANG, adalah salah satu album terlaris tahun itu dan diprediksi masuk kategori besar seperti Album of the Year. Namun ironisnya, lagu utama mereka yang banyak berbahasa Inggris justru tidak memenuhi syarat untuk kategori Asian Pop baru. Ini memperkuat kesan bahwa kategori tersebut tidak benar-benar merepresentasikan realitas musik Asia modern yang sering bilingual.
CEO Grammy, Harvey Mason Jr., menyatakan ia “saddened” tetapi menghormati keputusan BTS. Ia menegaskan kategori baru dibuat untuk “merayakan keragaman dan pertumbuhan musik Asia,” bukan memisahkan.
Namun banyak kritikus dan fans melihatnya sebagai bentuk segregasi halus. Ketika dikaitkan dengan konsep gaya kepemimpinan humanistik, keputusan BTS menjadi contoh bagaimana pemimpin budaya dapat menggerakkan perubahan melalui tindakan etis yang berakar pada nilai-nilai kemanusiaan.
Grammy, sebagai lembaga penghargaan musik global, memiliki sejarah panjang dalam menghadapi kritik terkait bias rasial dan struktural (Watson, 2020). Kategori “Asian Pop” yang baru, meskipun tampak inklusif, justru memperkuat batas-batas budaya yang memisahkan musik Asia dari kategori umum.
Dalam estetika humanisme, tindakan BTS menolak kategori tersebut merupakan bentuk penolakan terhadap struktur yang dianggap tidak memuliakan martabat manusia secara setara.
Dari perspektif kepemimpinan humanistik, BTS menunjukkan tiga gaya kepemimpinan utama: kepemimpinan moral, kepemimpinan empatik, dan kepemimpinan transformasional humanistik.
Namun kepemimpinan transformasional terlihat lebih menonjol. Kepemimpinan transformasional biasanya berfokus pada perubahan sistem, tetapi dalam estetika humanisme, perubahan tersebut harus berakar pada nilai kemanusiaan bukan sekadar strategi industri.
Deng et al, (2023) menjelaskan bahwa kepemimpinan transformasional menekankan kemampuan pemimpin untuk menginspirasi, memotivasi, dan memengaruhi pengikut dalam mencapai perubahan positif yang berkelanjutan.
Keputusan BTS memicu diskusi global tentang representasi budaya, bias struktural dalam industri musik, dan bagaimana lembaga besar seperti Grammy memandang musik non-Barat. Mereka tidak hanya mengkritik sistem, tetapi juga mendorong perubahan yang lebih inklusif dan adil. Dengan demikian, tindakan mereka menjadi bentuk transformasi budaya yang berlandaskan nilai humanistik atau Humanistic Cultural Resistance.
Pada akhirnya, fenomena BTS menolak Grammy adalah contoh nyata bagaimana estetika humanisme dapat diwujudkan dalam tindakan kepemimpinan. Keindahan tidak lagi terletak pada panggung megah atau penghargaan prestisius, tetapi pada keberanian memperjuangkan martabat manusia. BTS menunjukkan bahwa kepemimpinan humanistik adalah kepemimpinan yang memuliakan manusia, menolak ketidakadilan, dan mendorong perubahan yang berakar pada nilai-nilai kemanusiaan.
Dalam dunia yang semakin kompleks dan terfragmentasi, tindakan seperti ini menjadi pengingat bahwa seni dan budaya memiliki kekuatan untuk menggerakkan perubahan sosial yang lebih besar. Dan semua fans ARMY akan selalu mendukung dan menghargai semua Keputusan BTS. BTS x ARMY Borahae .
Daftar Pustaka :
Watson, A. (2020). Racial bias and cultural politics in the Grammy Awards. Journal of Popular Music Studies, 32(3), 45–60.
Deng, X., Leung, K., & Wu, S. (2023). Transformational leadership revisited: A meta-analytic review of its overlap with contemporary leadership styles and its effectiveness. Journal of Management, 49(2), 345–372.
