Darah Tak Lagi Berarti: Begal Membacok di Depan Hukum, Kapolres Belawan Diuji—Diam atau Bertindak?
ZTV - Aksi begal kembali menumpahkan darah di Kota Medan. Ironisnya, peristiwa brutal itu terjadi di Marelan, hanya sepelemparan batu dari wilayah hukum Polsek Medan Labuhan. Seorang warga tak berdaya dibacok saat melintas, usai mengantar anaknya ke sekolah.
Peristiwa mencekam itu terjadi di Jalan Ileng, Gang Mushola, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan. Tanpa ampun, pelaku menghadang korban dan langsung mengayunkan senjata tajam. Tubuh korban bersimbah darah, luka serius tak terhindarkan.
Jeritan warga kini berubah menjadi ketakutan. Bagaimana mungkin aksi sekeji ini terjadi di kawasan yang begitu dekat dengan kantor polisi?
Kemarahan publik pun memuncak. Praktisi hukum, Helmax Alex Sebastian Tampubolon, SH, MH, Direktur Utama LBH Cakra Keadilan sekaligus Founder HASTA Law Office, secara tegas menyindir kinerja aparat.
“Ini bukan sekadar kejahatan biasa. Ini tamparan keras bagi aparat penegak hukum. Lokasinya dekat Polsek, tapi pelaku bebas beraksi seolah tak ada pengawasan,” tegasnya.
Ia mendesak jajaran kepolisian, termasuk Kapolres Pelabuhan Belawan, untuk tidak tinggal diam. Menurutnya, maraknya begal adalah bukti nyata lemahnya patroli dan pengamanan di lapangan.
“Jangan tunggu korban berikutnya. Negara wajib hadir memberi rasa aman. Kalau ini terus terjadi, kepercayaan masyarakat akan runtuh,” lanjut Helmax.
Kini, warga hanya bisa berharap—agar aparat segera bergerak, menangkap pelaku, dan mengembalikan rasa aman yang kian hilang.
Sampai berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait pengungkapan kasus tersebut. (Tim)
