Begal Makin Menjadi!, Josua Naibaho Korban Kebrutalan Begal di Simpang Sicanang
(Korban, bersama Josua Naibaho/Foto: Ist)
ZTV.MEDAN - Keheningan subuh di jalur urat nadi Medan-Belawan berubah menjadi mencekam pada Senin (26/1/2026). Di tengah sisa kegelapan pukul 05.00 WIB, jalanan yang seharusnya menjadi ruang bebas bagi warga untuk mengais rezeki justru menjadi panggung aksi kebrutalan yang memakan korban.
Yosua Naibaho (40) yang akrab dipanggil Aci dan tinggal di Pajak baru di Jalan Selar Belawan Bahagia, seorang pengendara yang tengah melintas, harus berhadapan dengan dinginnya bilah senjata tajam dalam sebuah insiden pembegalan yang terorganisir di kawasan Simpang Sicanang.
Kepungan di tengah keremangan
peristiwa bermula saat Yosua memacu sepeda motor Honda Vario 150 (BK 6562 AFN) miliknya dari arah Medan menuju Belawan. Namun, perjalanan rutin tersebut terhenti paksa. Tiga orang pelaku yang telah bersiap dalam kegelapan muncul melakukan pencegatan secara agresif.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun oleh awak media suaraburuhnasional.com para pelaku membekali diri dengan senjata tajam (kelewang) digunakan untuk mengintimidasi dan mengancam nyawa korban. Balok kayu, digunakan untuk memutus ruang gerak korban di atas aspal.
Dalam hitungan menit yang terasa selamanya bagi korban, kawanan ini tidak hanya melarikan sepeda motornya, tetapi juga merampas hak milik pribadi korban lainnya, termasuk satu unit telepon genggam serta tas berisi dompet dan sejumlah uang tunai.
Meski dibayangi trauma yang mendalam, Yosua menunjukkan keteguhan dengan langsung menempuh jalur hukum. Laporan resmi kini telah diterima dan sedang diproses secara intensif oleh Polres Pelabuhan Belawan.
Insiden ini bukan sekadar catatan kriminal biasa; ini adalah alarm keras bagi supremasi keamanan di Jalan Yos Sudarso. Masyarakat kini menaruh harapan besar pada pundak kepolisian untuk segera meringkus para pelaku yang kian berani beraksi di ruang publik.
”Keamanan publik adalah fondasi utama kenyamanan warga. Kita tidak boleh membiarkan jalanan kita dikuasai oleh rasa takut. Pengusutan tuntas kasus ini adalah harga mati agar tidak ada lagi ‘Yosua’ berikutnya,” ungkap sebuah catatan penting dalam laporan ini
Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra, terutama saat melintasi jalur Medan-Belawan pada jam-jam rawan (dini hari dan tengah malam). Sangat disarankan untuk berkendara secara berkelompok atau memastikan rute yang dilalui tetap terpantau oleh aktivitas publik. (Tim)
