Jalur Alternatif Perlu Perhatian Dan Pelebaran Jalan Bukit Tinggi- Maninjau Kecamatan IV Koto
SUMBAR - Sejak galodo sering disebut juga banjir bandang yang melanda kawasan Lembah Anai, 11 Mei lalu, jalan utama Padang-Bukittinggi lumpuh total. Lalu lintas dari kedua arah pun dialihkan ke jalur alternatif via Malalak dan Sitinjau Lauik dengan konsekuensi jarak dan waktu tempuh lebih jauh dan lama.
Diketahui, Pengerjaan jalan Padang-Bukittinggi yang putus akibat banjir bandang atau galodo di Lembah Anai, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, terus dikebut. Jalan nasional tersebut ayo apa ditargetkan berfungsi kembali pada 21 Juli 2024.
Akibat jalan utama Tersebut lumpuh total, terlihat kendaraan berat seperti truk, tangki, bus, dan transportasi darat lain tampak melewati Jalur alternatif Jalan Bukit Tinggi- Kecamatan IV Koto Kabupaten Agam.
Menurut warga yang selalu melewati jalur tersebut In(50) bahwa selain jalur yang sempit, Jalan itu juga perlu adanya penyegaran dan pelebaran dan diwarnai jalan yang berlubang.
Suasana yang ramai macet dan mendatangkan aura positif bagi warga yang tinggal di kawasan Jalan alternatif tersebut, namun apabila musim hujan terlihat jalan alternatif berlubang penuh dengan becek.
"Jalan Parah, berlubang, Macet, Minyak Cepat Habis," Ujar Sang Supir warga Kampung Pisang
Jalur alternatif tersebut perlu adanya perhatian dari pemerintah setempat maupun pihak pusat demi kenyamanan, keamanan dan ketertiban pengendara yang melintas.
Terpisah, Menurut Camat IV Koto Subchan mengatakan bahwa Beban jalan Bukittinggi -Maninjau saat ini memang cukup berat. "Mengingat jalur jalan silaing sedang dalam perbaikan. Banyak kendaraan2 besar melintasi jalan ini, sehingga menimbulkan kerusakan baik di badan maupun bahu jalan. Mudah2n ini cepat diselesaikan dengan baik setelah arus normal silaing bisa di operasionalkan pak." Katanya, Sabtu(13/07/2024).
