MAPN 4 MEDAN Gelar Workshop Penguatan Kompetensi Pendidik dalam Menyongsong Kurikulum Merdeka
MEDAN.ZTVNEWS.ID - Dalam rangka mempersiapkan staf pengajar menghadapi perubahan signifikan melalui Kurikulum Merdeka, Workshop Penguatan Kompetensi Pendidik digelar di Madrasah Aliyah Persiapan Negeri 4 Medan (MAPN 4 Medan). Acara yang dihadiri oleh Kepala Kantor Kemenag Kota Medan, Dr. H. Impun Siregar, MA, dan H. Yose Rizal S.Ag, MM, Kasi Pendmad Kemenag Kota Medan, menandai langkah penting dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di daerah ini.
Kegiatan yang berlangsung di Wong Solo Medan ini membawa para pendidik dan para ahli bersama untuk berdiskusi tentang strategi menghadapi perubahan kurikulum yang akan diterapkan.
Narasumber terkemuka, antara lain Kepala Tim Kurikulum dan Kesiswaan Kanwil Kemenag Sumut, Syawaluddin Matondang.MM, serta Drs. Luthfi Nst.M.Pd dan Dr. Mistar.M.Pd dari BDK Medan, memberikan wawasan mendalam terkait persiapan dan adaptasi terhadap Kurikulum Merdeka.
Kepala Madrasah Aliyah Persiapan Negeri 4 Medan, Bapak Syarifuddin, S.Pd.I, MA, mengatakan bahwa sesuai dengan Undang-Undang Guru dan Dosen nomor 14 tahun 2005 bahwa kompetensi guru itu ada 4 yaitu Kompetensi kepribadian, sosial, pedagogik dan profesional dan yang menyangkut kurikulum merdeka yaitu SK Dirjen Pendis nomor 3211 tahun 2022 dan SK Kemendikbud Ristek nomor 033/H/KR/ 2022. Hal ini harus diketahui bagi seorang guru dalam mendidik anak-anak bangsa ini. Beliau mengatakan "Jadilah guru tapi jangan jadi gurupun jadilah". Disamping itu beliau menyambut baik acara ini sebagai kesempatan untuk memperkaya para pendidik dengan pengetahuan dan keterampilan baru yang relevan dengan tren pendidikan saat ini. Beliau mengatakan bahwa
diskusi yang berlangsung aktif dan interaktif membuka ruang bagi para pendidik untuk saling berbagi pengalaman serta mengeksplorasi langkah-langkah konkrit dalam mengadaptasi dan menerapkan Kurikulum Merdeka di lingkungan pendidikan mereka.
Semangat dan antusiasme peserta, ditambah dengan dukungan dari instansi terkait, menjadi modal penting dalam menghadapi perubahan besar dalam dunia pendidikan. Harapannya, kegiatan ini akan membekali para pendidik dengan alat dan pemahaman yang diperlukan untuk menanggapi tuntutan kurikulum yang terus berkembang demi masa depan pendidikan yang lebih baik.
(Ctr12)