Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger
  • Mei 202618
  • April 2026191
  • Maret 202669
  • Februari 202677
  • Januari 202677
  • Desember 202576
  • November 202573
  • Oktober 202584
  • September 202564
  • Agustus 2025115
  • Juli 2025122
  • Juni 2025111
  • Mei 2025112
  • April 202587
  • Maret 2025132
  • Februari 2025117
  • Januari 2025107
  • Desember 2024149
  • November 2024176
  • Oktober 202499
  • September 2024102
  • Agustus 2024130
  • Juli 2024177
  • Juni 2024103
  • Mei 2024297
  • April 2024139
  • Maret 202464
  • Februari 202469
  • Januari 202485
  • Desember 202383
  • November 202388
  • Oktober 2023211
  • September 2023206
  • Agustus 2023144
  • Juli 2023197

Laporkan Penyalahgunaan

BREAKING NEWS
ZTV

ZTV

  • Media Network
  • _Perintah Rakyat
  • _METRO - NETWORK id
  • _ZTV ACEH
  • _SATU PIKIRAN
  • _NAVIGASIMETRO.id
  • News Network
  • _DAERAH
  • _GLOBAL
  • _HUKUM - KRIMINAL
  • _Dokumentasi
  • _Film
  • _KPOP
  • _Advetorial
  • _Wisata dan Kuliner
  • 🏙️ Nasional
  • 🏦 Ekonomi
  • 📰 News
  • 🗣️ Pilihan Rakyat
  • NEWS
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • FILM
  • INTERNASIONAL
  • MEGAPOLITAN
  • POLITIK
  • PILIHAN EDITOR
  • JABODETABEK
  • KPOP
  • ADVETORIAL
  • REGIONAL
  • INDONESIA
  • FOTO
ZTV
  • ZTV
  • ZTV ACEH
  • NAVIGASI METRO
  • METRO NETWORK
  • SATU PIKIRAN
  • PERINTAH RAKYAT
  • News
  • Pendidikan
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Film
  • Internasional
  • Megapolitan
  • Kriminal
  • Regional
  • Politik
  • Pilihan Editor
  • Pilihan Rakyat
  • Jabodetabek
  • KPOP
  • Advetorial
  • Beranda
  • Nasional

Bulan Bakti Nelayan, KKP Bantu 1000 Paket Sembako Terhadap Nelayan

Bro
Desember 08, 2023

BELAWAN.ZTVNEWS.ID - Dalam rangka  bulan bakti nelayan tahun 2023. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), bantu 1000 paket sembako kepada nelayan Kelurahan Bagan Deli yang merupakan ektrim kemiskinan di Kota Medan, Jumat (8/12/2023) pagi. 

Acara yang dilaksanakan dihalaman kantor Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Belawan ini dihadiri oleh Kepala PPS Belawan, Pj. Gubernur Provinsi Sumatera Utara, Pangdam I Bukit Barisan, mewakili Kapolda Sumatera Utara, mewakili Walikota Medan, mewakili Danlantamal l Belawan, mewakili Dir Polairud Polda, mewakili Kapolres Pelabuhan Belawan, 
Ketua DPD HNSI Provinsi, Ketua DPC HNSI Kota Medan, Ketua DPD KNTI Kota Medan. Kadis Perikanan Sumatera dan Kadis Perikanan Kota Medan. 

Dihadapan nelayan, Plt Dirjen Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan Agus Suherman dalam pidatonya yang disampaikan oleh Kepala PPS Belawan  Asep Saefulloh mengatakan kegiatan Perlindungan
dan Pemberdayaan
Nelayan
(Bakti Nelayan) di PPS Belawan,
Kota Medan ini menjadi bukti bahwa, KKP sangat mengapresiasi para nelayan sebagai tulang punggung produksi perikanan tangkap nasional.

Kegiatan Perikanan Tangkap di Provinsi Sumatera Utara menjadi salah satu kontributor produksi perikanan tangkap yaitu 366.549 Ton dari total produksi nasional tahun 2022 7.339.551ton atau menyumbang 5.07% dari Produksi Perikanan Nasional (Statistik KKP 2022).
Untuk itu mulai dari beragam tantangan yang saat ini kita hadapi dalam subsektor perikanan tangkap nasional yang harus atasi bersama agar bertansformasi menjadi jauh lebih terukur, maju dan berkelanjutan dan benar-benar bisa menjadi salah satu tulang punggung perekonomian nasional.

Sedangkan ragam tantangan tersebut antara lain
jumlah kapal perikanan yang semakin banyak dari waktu kewaktu, namun hal itu belum mengindikasikan adanya titik manfaat yang optimum baik bagi nelayan, pelaku usaha dan masyarakat pada umumnya. Bagi penerimaan negara mau pun bagi keberlanjutan sumberdaya ikan itu sendiri. melihat nelayan kecil mempunyai ruang gerak penangkapan ikan yang sangat terbatas. Usaha penangkapan yang belum maju dan berkelanjutan

karena belum berorientasi pada mutu yang setinggi-tingginya tapi cenderung pada pengejaran volume produksi yang sebesar-besarnya. 
Ikan yang ditangkap ukuran nya semakin kecil dan sulit di dapat, daerah penangkapan ikan yang semakin jauh yang otomatis menyebabkan trip penangkapan yang semakin lama dan operasional penangkapan ikan yang menjadi tidakefisien. 
Adanya konflik nelayan antara daerah terkait dengan penggunaan alat tangkap dan daerah penangkapan ikan.Serta masih banyak lagi permasalahan- permasalahan lainnya.

Ragam tantangan tersebut harus diuraikan satu persatu dan carikan solusinya. Apa bila semua bersinergi untuk melakukan transformasi maka bisa melakukan lompatan dalam perbaikan tata kelola perikana nnasional secara fundamental.

Dengan latar belakang tersebut, Kementerian Kelautan dan Perikanan beserta seluruh pemangku kepentingan mencanangkan inisiatif penting dan strategis yaitu kebijakan Ekonomi Biru. Filosofi dari kebijakan ini adalah menggabungkan aspek biologi,ekologi, sosial, dan ekonomi yang seimbang dalam tata kelola kelautan dan perikanan nasional yang selanjutnya dijabarkan ke dalam 5 Grand Design pengelolaan kelautan dan perikanan. 

Pada 6 Maret 2023 merupakan tanggal sejarah dalam pengelolaan perikanan tangkap di Indonesia. Dengan diundangkannya Peraturan Pemerintah No.11Tahun 2023 tentang Penangkapan IkanTerukur. Tujuan besar dari Penangkapan IkanTerukur adalah menjaga keberlanjutan SDI dan lingkungannya. Meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang merata dan berkualitas. Meningkatkan penerimaan negara yang selanjutnya digunakan kembali untuk pembangunan bagi seluruh masyarakat dan mewujudkan pengelolaan perikanan nasional dalam satu tata kelola.

Oleh karena itu,melalui Penangkapan Ikan Terukur pengelolaan sumber daya ikan diharapkan mampu mewujudkan titik manfaat yang optimum dan berkelanjutan, yang manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat.

Bakti nelayan dan fasilitasi asuransi nelayan mandiri merupakan salah satu bentuk perlindungan dan pemberdayaan yang dilakukan oleh pemerintah kepada masyarakat nelayan.
Selain bakti nelayan dan fasilitasi asuransi mandiri, Ditjen Perikanan tangkap juga memiliki banyak program lainnya antara lain bantuan alat tangkap, mesin kapal perikan, bimbingan teknis diversifikasi usaha nelayan, fasilitasi permodalan usaha nelayan, Sertifikat Hak atas Tanah Nelayan(SeHAT), Pengembangan kelembagaan nelayan melalui Korporasi Nelayan hingga pengembangan Kampung Nelayan Maju (Kalaju), Kempuang Nelayan Modern (Kalamo).

Melalui Kalaju dan Kalamo KKP ingin mengembangkan kampung nelayan menjadi lebih maju, bersih, higienis dan tertata serta disinergikan dengan peningkatan produktivitas dan kapasitas usaha nelayan agar menjadi lebih sejahtera.

Lebih dari 79 lokasi pada tahun 2023 ini kita sasar untuk pelaksanaan Kalaju ini. Di provinsi Sumatera Utara sendiri setidaknya akan dilaksanakan di Desa Jaring Halus kecamatan Secanggang Kabupaten Langkat. 


(Wal/)
Baca Juga
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Bro
Bro
Hanya Kuli
Berita Terkait
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Rekomendasi
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Tampilkan lebih banyak
Posting Komentar
Batal
Gambar
Terpopuler
Ngaji Bareng
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Fokus
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Foto
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Shorts
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Tv
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
ZTV NETWORK
  • Brand Logo
  • Brand Logo
  • Brand Logo
  • Brand Logo
  • Brand Logo
ZTV
Ikuti Kami
  • Redaksi
  • About
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
© ZTV - SINCE 2021